Berita

Buka OMI, Kakanwil Kemenag Aceh: Empat Pilar Fundamental Pendidikan Madrasah

Muhammad Yakub Yahya
Muhammad Yakub Yahya
Author•05 Oktober 2026
Buka OMI, Kakanwil Kemenag Aceh: Empat Pilar Fundamental Pendidikan Madrasah

Penyelenggaraan OMI tahun 2026 ini membawa empat pilar tujuan utama yang sangat fundamental bagi arah pendidikan madrasah di Bumi Serambi Mekkah. 

Demikian di antara harapan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi, yang disampaikan saat pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Tahun 2026 Provinsi Aceh, di MAN 1 Banda Aceh, secara luring dan daring, Senin, 5 Oktober 2026.

Pembukaan lomba yang berlangsung sampai Selasa, 6 Oktober 2026, diikuti peserta secara zoom oleh beberapa Kankemenag dan peserta Aceh. 

Pilar Pertama, sebut Kakanwil, inilah pengembangan karakter dan integritas.

"Olimpiade ini bukan sekadar ajang berburu angka atau piala. OMI adalah ruang tempaan karakter. Kita ingin menanamkan nilai-nilai kejujuran, berpikir kritis (critical thinking), semangat kolaborasi, serta sportivitas dalam ajang kompetisi yang sehat," katanya.

"Apa gunanya kecerdasan tanpa kejujuran? Apa artinya sebuah kemenangan jika diraih dengan mencederai nilai-nilai integritas? Madrasah harus menjadi teladan utama bahwa piala tertinggi adalah kejujuran," sebut Azhari. 

"Kedua ialah integrasi nilai keislaman dan sains melalui ekoteologi. Bahwa Kita hidup di era di mana kemajuan sains dan teknologi bergerak sangat cepat. Namun, kemajuan sains yang terpisah dari nilai ketuhanan dan kepedulian lingkungan sering kali membawa kerusakan bagi bumi. Di sinilah letak peran penting Ekoteologi, sebuah perpaduan antara pemahaman iman (tauhid) dan kepedulian terhadap kelestarian alam (khalifah fil ardh)," jelasnya. 

Melalui semangat ini, harapnya lagi, kita mendorong siswa-siswi madrasah untuk menguasai fisika, matematika, biologi, kimia, dan teknologi digital, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis. Kita ingin melahirkan saintis Muslim yang tidak hanya mampu menciptakan inovasi kecerdasan buatan atau teknologi canggih, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam, merawat bumi Aceh, serta menjawab krisis lingkungan global.

Lanjut Kakanwil, "Pilar ketiga ialah identifikasi dan pembinaan bibit unggul. Bahwa 759 peserta yang berkompetisi hari ini dan besok adalah talenta-talenta emas Aceh. Melalui OMI Tingkat Provinsi ini, kita bertugas menemukan bibit-bibit unggul untuk dipersiapkan secara sistematis. Kita tidak ingin berpuas diri hanya di tingkat provinsi. Kita ingin menembus panggung Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat Nasional, bahkan membawa nama harum Aceh dan Indonesia di panggung sains internasional."

"Saya meyakini, dari 7 lokasi tes hari ini akan lahir calon-calon fisikawan, matematikawan, astronom, dan ekonom Muslim masa depan yang namanya akan terukir dalam sejarah peradaban dunia," harapnya optimis. 

Pilar keempat, lanjut Azhari, peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan.

"OMI harus menjadi cermin dan pemicu (catalyst) bagi transformasi madrasah secara menyeluruh. Kualitas kompetisi ini menuntut madrasah untuk terus memperkuat kurikulum, memodernisasi sarana dan prasarana laboratorium, serta menaikkan kelas kapasitas para guru pembina, imbuunya. 

"Madrasah tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Madrasah adalah institusi pendidikan modern berbasis karakter yang siap menjawab tantangan Zaman 5.0," sambungya. 

Apresiasi Kakanwil, "Kepada para guru pendamping dan kepala madrasah, terima kasih atas segala peluh, dedikasi, dan keikhlasan Bapak dan Ibu dalam membimbing anak-anak kita. Yakinlah, setiap jam yang Bapak/Ibu habiskan untuk mendampingi mereka belajar, setiap doa yang diselipkan di sepertiga malam, adalah investasi peradaban yang tidak akan pernah sia-sia."

Olmpiade tingkat Provinsi, yang di Aceh juga diikuti siswa madrash dan sekolah, dalam dua hari ini, menurut sesi, serentak digelar secara nasional.

Sebelumya, dalam laporannya, Kepala Bidang Madrasah H Khairul Azhar SAg MSi sampaikan, bahwa total peserta OMI Tingkat Provinsi tahun ini hampir 900 siswa.

"Dari jumlah 759 siswa ini, diundang dari Juara 1, 2, dan 3 di tingkat kabupaten/kota. Peserta terbagi dalam 3 jenjang MI/SD sederajat: 138 peserta (Matematika dan IPAS Terintegrasi). MTs/SMP sederajat: 207 peserta (Matematika, IPS, dan IPA Terintegrasi). MA/SMA sederajat: 414 peserta (Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi)," jelasnya.[]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh