[Karang Baru | Muhammad Sofyan] “Saya ingin menyampaikan empat hal yang merupakan kunci pelaksanaan Ibadah Haji.” Demikian disampaikan Drs. Ilyas Mustawa Ketua MPU Aceh Tamiang dalam Tausiyahnya pada acara Peusijuk (Tepung Tawar) Jama’ah Haji Aceh Tamiang di Aula Sekdakab Aceh Tamaing pada Selasa (9/9).
“Pertama; Ibadah Haji adalah suatu ibadah dimana Allah memperlihatkan kebesaran dan keagungannya dan betapa lemahnya manusia di hadapan Allah SWT. Ibadah Haji adalah ibadah fisik ibadah napak tilas yang membutuhkan tenaga ektra seharusnya yang banyak adalah laki-laki tetapi kenyataanya 23 tahun saya perhatikan tidak pernah tidak ada jumlah jama’ah haji itu lebih banyak laki-laki dari perempuan, selalu lebih banyak perempuannya dari laki-laki. Keberangkatan Bapak/Ibu ini bukan karena bapak/Ibu banyak uang, bukan karena Bapak/Ibu punya kesempatan, tetapi semua ini karena anugrah dari Allah sehingga Bapak/Ibu dipilih sebagai manusia pilihan menjadi tamu Allah. jadi gantungkanlah niat semata-mata karena Allah, bersandar dirilah kepada Allah jangan sombong pada kekuatan diri,” lanjutnya.
“Yang Kedua; yang perlu Bapak Ibu ingat bahwa Allah sudah tetapkan Bapak/Ibu yang berangkat, Allah sudah memilih Bapak/Ibu jangan kecewakan Allah maka jangan terpengaruh di sana dengan orang lain, apa yang sudah Bapak/Ibu dapatkan disini amalkan di sana dan kalau melaksanakan rukun dan wajib haji hendaklah pergi bersama orang yang sudah mengerti agar rukun dan wajib haji yang kita kerjakan itu sah,” terusnya.
“Yang ketiga; Ibadah haji itu ibadah yang suci, maka berangkatlah dengan kesucian, paling tidak ada empat yang harus disucikan yaitu sucikan hati/pikiran/perasaan, sucikan badan dari hadats/najis dan kotoran, sucikan pakaian jagan dibeli dengan uang yang berasal dari hal-hal yang subhat dan haram, sucikan lingkungan kita termasuk kamar tempat tinggal dan kamar mandi, kamar mandi itu kunci thaharah, kamar mandi yang tidak bersih akan mempengaruhi nilai ibadah,” sambungnya.
Dan Tgk Ilyas sambung, “Yang keempat; ada empat yang harus bisa dilaksanakan. 1. Bisa beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan lingkungan, Pelajari bagai mana beradap tasi di tanah suci saat melaksanakan haji nantinya ada do’a untuk itu yaitu do’a nabi Nuh AS ketika akan didaratkan setelah banjir ”ya Allah janganlah engkau tempatkan aku kecuali tempat itu telah engkau berkahi. 2. Bisa mengikuti semua tahapan kegiatan ibadah. 3. Bisa mengatasi masalah sendiri, kalau dapat berusahalah ikut mengatasi masalah orang lain, kalau Allah menimpakan suatu masalah kepada kita cepatlah beristighfar dan berserah diri kepada Allah. 4. Bisa mencapai target.” [yyy]














