Mengubah kebiasaan mengelola sampah dapat dimulai dari dapur rumah sendiri. Melalui pelatihan pembuatan Eco Enzyme bertema “Pelatihan Eco Enzyme, DWP Kreatif” di Aula Kankemenag Kota Banda Aceh, Kamis 29 Oktober 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kankemenag Kota Banda Aceh mendorong anggotanya menerapkan pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.
Ketua DWP Kemenag Kota Banda Aceh, Ny Rosnidar Salman, berharap pelatihan ini tidak berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi dilanjutkan dengan praktik nyata di lingkungan keluarga.
“Saya berharap melalui pelatihan ini, anggota DWP dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari rumah. Hal sederhana seperti mengolah sampah organik dapat menjadi langkah nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Sekretaris PD IPARI Kota Banda Aceh sekaligus praktisi Eco Enzyme, Hj Supiati SAg MSos, hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa Eco Enzyme dibuat melalui fermentasi dengan perbandingan 1:3:10, yaitu satu bagian gula, tiga bagian sampah organik, dan sepuluh bagian air.
“Bahan-bahannya mudah ditemukan di rumah. Tantangan terbesarnya bukan pada cara membuatnya, melainkan pada kemauan untuk memulai dan konsisten melakukannya,” jelas Supiati.
Melalui pelatihan ini, anggota DWP diharapkan mampu memilah sisa buah dan sayuran, mempraktikkan pembuatan Eco Enzyme sesuai panduan, serta membiasakan pengelolaan sampah organik secara lebih bertanggung jawab. Langkah sederhana tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian lingkungan dari lingkup keluarga.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat edukasi ekoteologi, yaitu kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Allah SWT. Dengan menghubungkan pengetahuan, praktik, dan nilai keagamaan, DWP Kemenag Kota Banda Aceh mendorong kepedulian lingkungan agar hadir dalam tindakan sehari-hari. Dari rumah, sampah mulai dikelola. Dari kebiasaan kecil, kepedulian terhadap bumi dibangun.










