Bekerja di Tengah ‘Badai’

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author23 Desember 2018
Bekerja di Tengah ‘Badai’

Catatan: Iranda Novandi ***

KAMIS, 2 Agustus 2018, sebanyak 384 para tamu Allah asal Kabupaten Pidie, akan memasuki asrama haji, sebelum diberangkatkan ke Mekah pada Sabtu, 4 Agustus 2018. Kloter 1 yang bermaktab di Makah Nomor 55, Rumah Nomor 1004, Sektor X, Wilayah Misfalah ini masuk asrama pukul 08.00 WIB.

Hari itu juga, suasana asrama haji larut dengan aktivitas layanan ummat. Tak ketinggalan, Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh bersama jajarannya yang memiliki tanggungjawab besar demi suksesnya agenda tahunan nasional itu, sangat bersemangat mengatur dan menata serta berkoordinasi dengan pihak terkait, agar keberangkatan kloter perdana ini bisa lancar.

Sementara itu, suasana berbeda terlihat di kawasan Taman Sari, Banda Aceh. Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh juga disibukan dengan tugasnya melakukan penggeledahan dan penyegelan di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh.

Tim Kejati Aceh ini melakukan penggeledahan dan penyegelan, guna mencari barang bukti terhadap dugaan korupsi di lembaga Kanwil Kemenag Aceh. Sungguh, dua cerita yang berbeda dan juga beda rasa, meskipun kedua aktivitas yakni di Asrama Haji dan Kanwil Kemenag, sama-sama tugas negara.

Laksana badai menimpa jajaran Kemenag Aceh. Di tengah malayani ummat yang sedang mempesiapkan diri menyambut panggalan Allah ke tanah suci, badai menghempas kawasann di Taman Sari. 

Namun, itu semua tidak membuat aktivitas lembaga yang dipimpin Daud Pakeh tersebut terhenti. Baik itu proses kerja di Kanwil Kemenag maupun proses pelaksanaan pemberangkatan jamaah haji yang berpusat di Asrama Haji Banda Aceh.

"Aktivitas kantor dan pelaksanaan haji tetap berjalan, tak terpengaruh dengan penggeledahan oleh tim Kejati," ujar Daud Pakeh pada insane pers kala itu. 

Dikatakan, pada saat penggeledahan dan penyegelan sejumlah ruangan yang dilakukan Kejati Aceh, pelaksanaan aktivtas kantor tetap berjalan seperti biasa, begitu juga pelaksanaan persiapan keberangkatan jamaah haji Aceh berjalan lancar.

Menurut Daud Pakeh, pihaknya mengetahui adanya tim pihak Kejati melakukan penggeledahan dan penyegelan tersebut, namun pihaknya tetap berkonsentrasi di asrama haji, jelang masukanya Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter I asal Pidie.

"Ini pelayanan umat dan agenda nasional, jadi kami tetap fokus disini," tegas Daud Pakeh. 

Bersamaan dengan waktu penggeledahan Kanwil Kemenag tersebut, jajaran panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH ) disibukan guna memastikan kesiapan pemberangkatan JCH asal Aceh ini. Embarkasi Aceh juga sedang melakukan berbagai persiapan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk melaksanakan rapat persiapan akhir dengan lintas instansi, di Aula Aziziah, Asarama Haji Banda Aceh.

Bahkan, Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh selaku ketua PPIH Embarkasi Aceh yang didampingi Kabag TU dan Kabid PHU Kanwil Kemenag Aceh dan dihadiri oleh petugas rekam Biometrik dari Arab Saudi, Bassel Hamada, menggelar rapat penting. 

Pada kesempatan tersebut, setiap koordinator masing-masing melaporkan persiapan, seperti kesiapan paspor dan visa (Dokumen), kesiapan Asrama Haji, keamanan, pembekalan bagi jamaah (Living Cost), Bus, Tim kesehatan dan kesiapan alat rekaman data biometrik. 

Segala persiapan juga telah dilakukan, termasuk hari ini hadir petugas perekam data biometrik, dan kesiapan alatnya. Daud Pakeh menjelaskan ada terobosan baru dari Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Dimana, proses rekam data biometrik di embarkasi asal. Ini dijalani seluruh JCH Aceh nantinya saat masuk Asrama Haji. 

Proses rekam data biometrik di embarkasi asal merupakan upaya layanan terbaik dari negara untuk kenyamanan JCH. Mengingat penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya proses biometrik memakan waktu cukup lama di Bandara Jedah.

Untuk kelancaran rekam biometrik di tiap kloter, PPIH Embarkasi Aceh menyiapkan 11 unit alat rekam. Satu orang JCH hanya butuh sekitar 3 sampai 5 menit proses perekaman data dirinya seperti sidik jari dan foto tampak depan.

Dalam kesempatan yang sama, JCH juga menjalani pemeriksaan kesehatan tahap akhir, menerima paspor haji, gelang, dana living cost sebesar SAR 1.500, dana penggantian biaya paspor, dana bantuan gubernur Sumsel dan gelang tanda pengenal.

Sungguh, tidak terlihat sedikitpun beban dari pda petugas haji dan jajaran Kemenag Aceh tersebut, meskipun saat itu suasana Kanwil Kemenag sedang kedatangan “tamu” khusus dalam hal penegakan hukum.

Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas (Inmas) Kanwil Kemenag  Aceh, kala itu, H Rusli, juga mengatakan bahwa pelayanan dan aktifitas Kantor Kemenag Aceh berjalan normal seperti hari hari biasa. 

"Alhamdulillah pelayanan dan aktivitas Kantor normal dan berjalan seperti biasa, walau sempat di segel beberapa ruangan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Aceh, setelah itu aktifitas kembali seperti biasa," ujar Rusli, Jumat (3/8) menanggapi kabar kedatangan Tim Kejaksaan ke kantor tersebut. 

Penyegelan tersebut hanya beberapa jam untuk proses pemeriksaan, dan setelah itu segel langsung dibuka kembali dan aktivitas kembali normal seperti biasa. Jadi, menurut Rusli, pimpinannya telah meminta jajarannya untuk fokus kerja dan pelayanan kepada masyarakat, dan ASN Kemenag Aceh yang termasuk dalam panitia penyelenggara Ibadah Haji untuk fokus sukses Haji. 

"Kita bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing, apalagi ini sedang musim haji, kita maksimalkan untuk menyukseskan ini, pimpinan telah mengintruksi untuk fokus pada kerja, yang lain biar lain yang urus," lanjut Rusli. 

Menurut Rusli, kedatangan Tim Kejaksaan Tinggi Aceh ke Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Kamis (2/8) tidak ada masalah kalau hal tersebut sesuai dengan SOP pihak Kejaksaan, karena itu memang tugas mereka selaku penyidik. 

"Kita berharap semua persoalan cepat selesai, apalagi kedatangan mereka juga berhubungan dengan permintaan BPK-RI, apakah ini untuk audit ulang kita tidak tau, yang jelas pihak Kejaksaan sudah dua kali mengambil dokumen dalam kasus yang sama," jelas Rusli. 

Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag H Saifuddin, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya yang termasuk dalam panitia penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, PPPIH dan Satgas untuk fokus bekerja dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Ibadah haji 1439H/2018M. 

Sementara yang tidak termasuk dalam panitia haji  untuk tetap fokus kerja seperti biasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

"Kami minta semua fokus kerja, tugas kita adalah memberikan pelayanan terbaik, berikan kesempatan teman teman kita dari Kejaksaan juga menyelesaikan tugas mereka," ujar Saifuddin.

Dengan penuh ke iklasan dan semangat tinggi, meskipun bekerja di tengah badai yang menghempas, pemberangkatan JCH asal Aceh berjalan dengan baik. JCH Aceh pada musim haji 2018/1439 H yang terdiri Kloter 11 (BTJ-11) penuh dan satu lainnya yakni Kloter 12 yang merupakan Kloter gabungan dengan JCH asal Sumatera Utara, bisa berjalan dengan sukses dan lancar. Alhamdulillah…[] 

*** Wartawan Harian Analisa (Tulisan ini sudah terbit di Majalah Santunan Edisi 2 tahun 2018) 

Layanan
harkitnas26
iduladha26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh