Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah melaksanakan kegiatan antar tugas 18 kepala madrasah selama dua hari, Selasa dan Rabu, 8 - 9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk estafet kepemimpinan sekaligus memastikan keberlanjutan pelaksanaan tugas dan program di masing-masing madrasah.
Antar tugas tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi di Aula Kanwil Kemenag Aceh, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pelaksanaan antar tugas 18 kepala madrasah ini dibagi dalam tiga tim, yakni tim yang dipimpin Kepala Kantor Kemenag Aceh Tengah, H Wahdi MS MA, tim Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Syahria Putraga MPd serta tim Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Ihsanuddin SAg MPd. Kegiatan turut didampingi para Kepala Seksi, Ketua Pokjawas Madrasah beserta anggota, serta sejumlah kepala madrasah.
Dalam arahannya, Wahdi menegaskan bahwa kepala madrasah harus memiliki orientasi kerja yang jelas. Menurutnya, inovasi dan prestasi menjadi salah satu tolak ukur penting dalam kepemimpinan madrasah.
“Orientasi kita harus pada hasil. Salah satu tolak ukurnya adalah inovasi dan prestasi. Jangan hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus mampu menghadirkan sesuatu yang baru dan memberikan dampak bagi kemajuan madrasah,” tegas Wahdi.
Wahdi juga mengingatkan bahwa kepala madrasah tidak dapat bekerja sendiri. Kemajuan madrasah membutuhkan kolaborasi seluruh warga madrasah, khususnya guru dan tenaga kependidikan. Setiap kelebihan dan kekurangan harus diterima dengan baik, kemudian saling melengkapi dan mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
“Tidak ada kepala madrasah yang bisa bekerja sendiri. Bangun kolaborasi. Kelebihan kita saling dukung, kekurangan kita saling tutupi dan perbaiki. Dengan kebersamaan, madrasah akan lebih kuat,” ujarnya.
Selain inovasi dan kolaborasi, Wahdi menekankan tiga poin yang harus menjadi perhatian kepala madrasah, yakni menjadi teladan, menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan madrasah, serta membangun koordinasi dengan komite, reje kampung dan lingkungan sekitar.
Menurutnya, kepala madrasah merupakan figur yang menjadi teladan bagi seluruh warga madrasah. Karena itu, keteladanan harus dimulai dari pimpinan, baik dalam kedisiplinan, sikap, tanggung jawab maupun kepedulian terhadap lingkungan.
Adapun 18 kepala madrasah yang diantar tugas yaitu Zuyyina MPd Kepala MIN 1 Aceh Tengah, Ilaini SPd Kepala MIN 6 Aceh Tengah, Zuhri MPd Kepala MIN 8 Aceh Tengah, Maya Kasturi MPd Kepala MIN 9 Aceh Tengah, Senian Pinta MPd Kepala MIN 10 Aceh Tengah, Muhammadin SAg MPd Kepala MIN 11 Aceh Tengah, Alhuda Bensu MPd Kepala MIN 12 Aceh Tengah, Fikri SPd Kepala MIN 13 Aceh Tengah, Zul Hajat SPd I Kepala MIN 14 Aceh Tengah, Saleh Golkar MPd Kepala MIN 15 Aceh Tengah, Iwan Daudi MPd Kepala MIN 16 Aceh Tengah, Hamka MPd Kepala MIN 17 Aceh Tengah dan Ali Hasan MPd sebagai Kepala MIN 19 Aceh Tengah.
Kemudian Ihsan Fahri MPd Kepala MTsN 3 Aceh Tengah, Furqan MPd Kepala MTsN 6 Aceh Tengah, Sapuan MR MPd Kepala MAN 1 Aceh Tengah, Drs Riswan Basri Kepala MAN 2 Aceh Tengah dan Drs Abd Rahman, sebagai Kepala MAN 3 Aceh Tengah.
Wahdi berharap pergantian tugas tersebut tidak sekadar menjadi serah terima kepemimpinan, tetapi menjadi awal lahirnya energi baru, inovasi baru dan prestasi baru di masing-masing madrasah.
Dengan kolaborasi yang kuat, setiap kepala madrasah diharapkan mampu membawa madrasah semakin maju dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik serta masyarakat.[]













