[Banda Aceh | Yakub] Dalam kajian Ramadhan, tamsilan lebah (an-nahl) dan apa yang dikeluarkannya, serta penamsilan semut (an-naml) dan apa yang dilakukannya sering dikutip. Banyak pelajaran baik, dari merangkaknya seekor semut dan sosialnya semut.
Selain tabiat baik dari binatang hitam kecil itu (saling menyapa, gotong royong, perencanaan, dan kepekaan), rupanya ada satu kebiasaan baik bagi semut, tapi tak baik diteladani manusia.
Kaitan dengan menu sahur dan berbuka, Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh, dalam kultum ba’da zhuhur Kamis, di hari ke 8 Ramadhan 1436 H mengutip sebagian isi khutbah Jumat (19/6) Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh H Abrar Zym SAg di Masjid Teuku Chik Di Tiro (Gedung Keuangan).
Jangan tumpuk menu buka puasa seperti tumpukan makanannya semut. Semut akan membelah dan lobangi sebutir kacang hijau agar tidak merusak lobangnya. Kacang dan butiran lainnya disimpan dalam lobang semua.
“Nah, orang yang berpuasa jangan begitu, jangan angkut yang di pasar ke meja makan kita, jangan menarik semua macam makanan ke depan kita,” kata Kakanwil di hadapan jamaah zhuhur yang tidak begitu panas di Banda Aceh itu. []











