Wakil Menteri Agama (Wamenag) Dr KH Romo R Muhammad Syafi’i SH MHum sampaikan pembinaan bagi keluarga besar Kemenag Aceh, Kamis sore, 5 November 2026.
Dalam pembinaan di aula Kanwil, Wemenag juga serahkan bantuan bagi santri dan ustadz di Aceh. Penyaluran selanjutnya bagi 4.321 guru dan 17.738 santri yang terdampak bencana hydrometeorologi.
Wamenag Romo Muhammad Syafi'i kaitkan integitas dengan nilai kebaikan. Romo sampaikan, bahwa Allah mengilhami kita potensi baik dan jahat bagi seorang hamba.
"Semua peluang baik dan jahat ada pada kita, kebebasan ada pada kita, untuk kita memilih jalan kebaikan," sebut Wamen, setelah laporan Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi.
"Makin kecil wilayah kita, makin kecil peluang untuk berbuat baik, makin besar wilayah, makin besar peluang berbuat baik," ungkap Romo.
K aatannya, jajaran Kemenag akan diapresiasi warga jika berbuat baik. Sebaliknya, akan dicaci berlipat-lipat jika
Wamenag juga paparkan makna kebebasan dalam beribadah yang tidak ada lagi ketakutan bagi umatnya di Indonesia.
"Kebebasan kita menggunakan harta kita, dibeli Allah dengan surga-Nya," sebutnya.
Allah telah menurunkan sejumlah perintah dan larangan, ujarnya, dan pasti aturan Allah sangat cocok dengan kebutuhan kita. Baik itu perintah maupun larangan.
"Makan dan minum misalnya, perintah Allah untuk kelangsungan hidup. Nikah juga perintah Allah untuk lanjutkan keturunan," sebut Wamenag.
"Semua yang dilarang Allah kita, tidak suka itu, seperti mencuri, zina, dan lainnya," ingat Romo.
Wamenag juga paparkan kasus adanya penutupan ponpes yang diakibatkan oleh penyelewengan pengurus pesantren.
Dalam arahan, Wamenag juga sampaikan kiat meraih level tinggi pembangunan Zona Integritas (ZI). Disampaikan perbandingan capaian Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBK) di Kemenag Bali.
"Kita ingin capaian WBK dan WBBK Kemenag, di atas rata-rata kementerian lain," pungkasnya, dengan harapan agar Aceh bisa segera raih predikat ini.
Pembinaan setelah acara di UIN Ar-Raniry ini, didampingi Staf Ahli Menag Bidang Hukum dan HAM Dr H Faisal Ali Hasyim SE MSi, Plt Kabag TU, Kabid, Pembimas, Kakankemenag, asosiasi (penyuluh, guru dan pengawas, serta Katim Kanwil/Kasubbag/Kasi Kankemenag Banda Aceh dan Aceh Besar.[]











