Idi (Tono/Irfan) - “Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” seru Pramoedya Ananta Toer seorang sastrawan Indonesia yang sempat akan dihadiahi Nobel Sastra.
Hal inilah yang diterapkan oleh ketiga guru madrasah yang mengikuti ajang Guru Madrasah Menulis yang diselenggarakan oleh Ditjen GTK Kemenag di Hotel Grand Ussu, Puncak Bogor.
Ketiga guru ini terpilih melalui seleksi ketat atas jurnal atau artikel ilmiah yang dibuat oleh mereka sebelumnya.
Ketiga guru tersebut adalah Zully Hijah Yanti AD dari MAN 4 Aceh Timur, Iqbal S.Pd.I dari MTsN 9 Aceh Timur, dan Desy, S.Pd dari MIN 2 Aceh Timur.
Ketiganya akan segera bertolak 'terbang' menuju Bogor dalam ajang Guru Madrasah Menulis yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 – 19 di Puncak, Jabar.

Sebelumnya ketiga guru madrasah tersebut telah menulis jurnal atau artikel ilmiah berdasarkan hasil kerjanya di tempat tugasnya masing-masing.
Hal ini perlu diapresiasi sebab artikel ilmiah memiliki fungsi yang sangat vital dalam pekerjaan guru. Utamanya mengadakan penelitian untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
Pada pelatihan Guru Madrasah Menulis, ketiga perwakilan tersebut akan dibimbing dan dibina mengenai tata cara penulisan artikel ilmiah sampai menerbitkan hasil karyanya ke jurnal yang terindeks SINTA, SCOPUS atau OJS.
Sebagai informasi, SINTA adalah platform indeks jurnal yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri karena untuk dimuat di dalam jurnal yang terindeks SINTA sangatlah sulit.[yyy]












