[Peureulak | Jamaluddin] Kelompok Kerja Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di TPS 4 Gampong Lhok Dalam Kecamatan Peureulak dikejutkan dengan kedatangan seorang calon pemilih yang namanya tidak tertera dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Calon pemilih yang bernama Fakhrizal bin Mustafa tersebut membawa Surat Pemberitahuan Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri yang dikenal sebagai Model A.5 LN. Namun setelah dijelaskan oleh yang bersangkutan, barulah diketahui duduk persoalannya.
Fakhrizal yang baru saja menyelesaikan Pendidikan Pasca Sarjana (S-2) di Tunisia, memang telah terdaftar sebagai pemilih di Kedubes Indonesia untuk Tunisia dan dia berhak melakukan pencoblosan pada hari Minggu (6/7) di TPS yang ada di sana.
“Namun karena saya pulang lebih awal, saya tidak sempat mencoblos di sana. Dengan adanya form Model A.5 LN di tangan saya, menurut petugas kedubes, saya berhak melakukan pencoblosan di Indonesia setelah terlebih dahulu melapor pada Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat”, imbuh alumni Madrasah Aliyah (MA) Nurul Ulum Peureulak tersebut.
Pria yang pernah mengecap pendidikan S-1 pada Universitas Al-Azhar Mesir itu semula merupakan warga Gampong Leuge dan baru terdaftar sebagai warga Gampong Lhok Dalam setelah menikah dengan Syarfina binti Syarifuddin dua tahun lalu. “Pada saat itu saya sedang memempuh pendidikan S-2 di Tunisia sehingga mungkin belum begitu akrab dengan warga Lhok Dalam”, pungkasnya. [y]
[Keterangan gambar: Fakhrizal bin Mustafa bersama Isterinya, Syarfina bin Syarifuddin saat mendaftar pada petugas TPS 4 Gampong Lhok Dalam yang berlokasi di halam MIN Peureulak, Rabu (9/7)]