Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 resmi dimulai pada Senin, 5 Oktober 2026. Pembukaan dilaksanakan secara daring dan luring oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi.
Pembukaan diikuti jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue, di antaranya Kepala Kankemenag Simeulue H Nashrullah melalui Kasi Pendidikan Madrasah Sudirman MPd., para kepala madrasah jenjang MI, MTs dan MA guru pendamping, serta panitia pelaksana.
Kakanwil Kemenag Aceh dalam arahannya mengatakan OMI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan prestasi yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
“OMI bukan untuk main-main, tetapi menjadi ajang untuk menumbuhkan ilmu dan prestasi. Karena itu, kita perlu mempersiapkan para peserta dengan sebaik-baiknya, termasuk bagaimana mengintegrasikan sains dengan perspektif keislaman,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia berharap, OMI menjadi wadah bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
“Harapan kita seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan semangat dan memberikan yang terbaik. Mari kita bekerja sama dan sama-sama bekerja agar kegiatan berjalan sukses,” katanya.
Kabupaten Simeulue mengikutsertakan 33 peserta dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Pelaksanaan kompetisi bagi peserta Simeulue berlangsung di Laboratorium MIN 1 Simeulue.
Pada hari pertama, Senin, 5 Oktober, peserta jenjang MI dan MTs mengikuti kompetisi dalam tiga sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 07.30–09.30 WIB dengan mata pelajaran Matematika, dilanjutkan sesi kedua pukul 10.00–12.00 WIB dengan mata pelajaran IPS. Sesi ketiga untuk jenjang MTs berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB dengan mata pelajaran IPA dan IPS.
Sementara pada Selasa, 6 Oktober, peserta jenjang MA mengikuti tiga sesi, masing-masing Matematika dan Fisika, Kimia dan Geografi, serta Biologi dan Ekonomi.
OMI tingkat Provinsi Aceh diharapkan menjadi wadah pengembangan potensi, bakat, dan minat siswa madrasah sekaligus mendorong lahirnya generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.













