Kantor Kementerian Agama (Kemenag)Kabupaten Aceh Barat mendorong guru madrasah untuk terus memperkuat kompetensi digital seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola pembelajaran. Guru dinilai perlu memahami pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), agar dapat menggunakannya secara tepat untuk mendukung proses belajar mengajar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kankemenag Aceh Barat, Khairul Azhar, saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Kompetensi Literasi Digital dan Optimalisasi Penggunaan Artificial Intelligence (AI), Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning bagi guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Aceh Barat di Aula Al Azhar Meulaboh, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut berfokus pada optimalisasi Google Workspace serta penguatan pemahaman guru dalam memanfaatkan AI untuk pembelajaran. Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu menggunakan teknologi secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab.
Khairul Azhar mengatakan, digitalisasi madrasah merupakan bagian dari transformasi digital Kementerian Agama. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia, terutama guru sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran.
“Digitalisasi madrasah bukan sekadar penggunaan perangkat dan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi dapat memberikan nilai tambah terhadap proses pembelajaran. Guru harus memiliki kompetensi digital sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia berharap MTsN 3 Aceh Barat dapat menjadi salah satu madrasah yang aktif mengembangkan dan menerapkan digitalisasi dalam pembelajaran di Kabupaten Aceh Barat.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tetap harus ditempatkan sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang nyaman, humanis, dan menyenangkan bagi peserta didik.
“Harapan kita MTsN 3 Aceh Barat menjadi garda terdepan dalam transformasi digital madrasah. Teknologi harus kita gunakan untuk membuat proses belajar mengajar semakin baik, sehingga siswa merasa betah, nyaman, dan senang berada di lingkungan madrasah,” katanya.
Selain penguatan literasi digital dan pemanfaatan AI, Khairul Azhar juga mengingatkan pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan Deep Learning. Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan karakter, akhlak, nilai kemanusiaan, dan kecintaan dalam proses pendidikan.
Kepala MTsN 3 Aceh Barat, Lukman, mengatakan Bimtek tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi para guru, terutama dalam meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi dalam pembelajaran.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para guru mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan, khususnya dalam literasi digital, optimalisasi Google Workspace, pemanfaatan AI, serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan *Deep Learning* dalam pembelajaran,” ungkapnya.
Ia mengatakan peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam pengembangan madrasah. Dengan kemampuan yang terus diperbarui, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif tanpa mengesampingkan pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.[]












