Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melakukan peninjauan aset Barang Milik Negara (BMN) pada sejumlah satuan kerja di Kabupaten Simeulue. Kegiatan ini dipimpin Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh Dr Aida Rina Elisiva BAcc MM bersama tim, Sabtu–Minggu 3-4 Oktober 2026.
Peninjauan lapangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Kanwil Kemenag Aceh di Simeulue, yang meliputi persiapan Sensus BMN, sosialisasi dan bimbingan teknis, pendampingan penyusunan Catatan atas Laporan BMN (CalBMN) Semester I Tahun 2026, serta pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Simeulue.
Pada hari pertama, tim meninjau KUA Kecamatan Simeulue Timur dan MTsN 2 Simeulue. Rombongan melihat langsung kondisi fisik bangunan serta aset BMN pendukung layanan keagamaan dan pendidikan guna memperoleh gambaran kebutuhan penguatan layanan ke depan.
“Peninjauan ini penting untuk memastikan sarana dan prasarana yang tersedia benar-benar mendukung kualitas layanan keagamaan dan pendidikan. Data lapangan menjadi dasar dalam perencanaan yang lebih tepat sasaran,” ujar Aida Rina.
Kegiatan ini turut didampingi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Simeulue beserta jajaran, Ketua Tim Kerja BMN Kanwil Kemenag Aceh Dedek Permata Sari SE AK MSi, Koordinator Wilayah BMN Irwansyah Putra, SE MAP.
Memasuki hari kedua, peninjauan dilanjutkan ke KUA Kecamatan Teupah Tengah, KUA Kecamatan Teupah Barat, KUA Kecamatan Simeulue Tengah, dan MIN Lambaya. Tim kembali melihat secara langsung kondisi BMN di masing-masing satuan kerja sebagai bahan penguatan perencanaan.
“Melalui peninjauan ini, kami ingin memastikan kebutuhan riil di lapangan dapat terpetakan dengan baik, sehingga pendataan dan pengelolaan BMN dapat berjalan lebih optimal dan akuntabel,” tambahnya.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Tim Kerja Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) Kanwil Kemenag Aceh juga turut bergabung sebagai bagian dari persiapan pembinaan Guru PAI di Simeulue.
Selain itu, Plt. Kabag TU bersama tim juga mengunjungi situs bersejarah Makam Tengku Di Ujong, ulama besar Simeulue yang menjadi lokasi lembaga pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Hamilul Quran Khalilullah.
Peninjauan selama dua hari ini menjadi langkah strategis Kanwil Kemenag Aceh untuk memperoleh data faktual kondisi sarpras di lapangan, sekaligus mendukung penguatan tata kelola BMN serta peningkatan layanan keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Simeulue.[]











