Berita

Faisal Ali Hasyim: APRESIASI Madrasah 2026 Bukan Sekadar Kompetisi, tetapi Ruang Mengembangkan Potensi Siswa

Ahsan Khairuna
Ahsan Khairuna
Author•16 Oktober 2026
Faisal Ali Hasyim: APRESIASI Madrasah 2026 Bukan Sekadar Kompetisi, tetapi Ruang Mengembangkan Potensi Siswa

Prestasi siswa madrasah tidak semata-mata diukur dari piala dan gelar juara, tetapi juga dari keberanian mencoba, proses belajar, serta kemampuan mengembangkan potensi diri. Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dr H Faisal Ali Hasyim SE MSi saat penutupan APRESIASI Madrasah 2026 di Venue Olahraga PABSI, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Jumat, 16 Oktober 2026.

Dalam sambutan Menteri Agama yang dibacakannya, Faisal menyampaikan bahwa APRESIASI Madrasah bukan sekadar ajang perlombaan untuk menentukan pemenang. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik madrasah untuk menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta belajar menghargai proses dan perjuangan.

“Setiap peserta yang hadir di sini adalah pemenang. Bukan hanya mereka yang membawa pulang medali, tetapi juga mereka yang berani tampil, berusaha, dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan madrasah tidak cukup hanya dilihat dari capaian akademik. Madrasah juga memiliki tanggung jawab membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat, akhlak mulia, semangat kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Ia menilai kegiatan seperti APRESIASI Madrasah memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Melalui berbagai cabang dan bidang yang diperlombakan, peserta didik dapat mengasah kemampuan intelektual, seni, olahraga, kreativitas, serta keterampilan sosial.

“Kompetisi ini harus menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Menang dan kalah merupakan bagian dari proses, tetapi nilai yang paling penting adalah sikap sportif, disiplin, kerja keras, dan kemampuan untuk terus belajar,” katanya.

Faisal juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Bagi siswa yang meraih juara, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, pengalaman mengikuti kegiatan harus menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan mencoba kembali pada kesempatan berikutnya.

“Jangan pernah merasa gagal hanya karena belum menjadi juara. Kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan. Yang terpenting adalah terus berusaha, mengevaluasi diri, dan tidak berhenti mengembangkan potensi,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pendamping, panitia, dewan juri, serta pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan APRESIASI Madrasah 2026. Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dan komitmen berbagai pihak dalam memajukan pendidikan madrasah.

Ia juga mengapresiasi para guru dan pembina yang telah mendampingi peserta sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Peran guru dinilai sangat penting karena tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, dan ketekunan.

“Di balik setiap penampilan dan prestasi siswa, ada kerja keras guru, pembina, orang tua, serta dukungan madrasah. Karena itu, penghargaan juga patut diberikan kepada semua pihak yang telah mendampingi dan memberikan dukungan,” ujarnya.

Faisal berharap APRESIASI Madrasah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas yang semakin baik. Ia mendorong agar kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan bakat dan minat peserta didik madrasah.

Menurutnya, madrasah perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda sehingga membutuhkan dukungan, pembinaan, dan kesempatan yang sesuai.

“Madrasah harus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Untuk itu, potensi setiap anak harus dikenali dan dikembangkan secara optimal,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan madrasah harus mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan iman, akhlak, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Penutupan APRESIASI Madrasah 2026 berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan. Para peserta, pendamping, dan tamu undangan mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dari berbagai cabang perlombaan. []

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh