Kepala Kantor Kementerian Agama Kabuten Aceh Tamiang, H Salamina, SAg MA menerima kunjungan Badan Riset dan Inovasi Strategis Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora Jakarta Pusat di aula Kemenag setempat, Rabu, 7 Oktober 2026.
Ketua Tim, Ramadoni, SPd MPd PhD, Peneliti Ahli Muda beserta tim melakukan kunjungan dalam rangka melaksanakan kegiatan penelitian program riset dan inovasi terkait inovasi model pemulihan pascabencana berbasis kependudukan untuk memperkuat resiliensi dan perlindungan sosial adaptif di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Ramadoni menyampaikan bahwa riset ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, pengalaman, pemahaman, kesiapsiagaan, kemampuan bertindak, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana yang akan dianalisis melalui pembagian kuesioner.
"Bencana tidak hanya berbicara satu minggu saat kejadian, ada before dan after setelah kejadian bencana untuk dijadikan sebagai bahan rujukan penelitian," ujarnya.
Pengembangan Model Resiliensi Masyarakat Multisektor yang bermuara di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dapat dirumuskan menjadi sebuah kerangka kerja berbasis riset (evidence-based policy).
"Hasil penelitian ini akan diberikan rekomendasi sehingga literasi ini penting untuk mitigasi bencana dimasa akan datang dan akan menjadi rujukan bagi daerah lain, " jelasnya.
"Dampak pascabencana yang ditimbulkan tidak hanya berfokus pada fisik tapi tapi juga non fisik seperti kesehatan mental," tambahnya.
Sementara itu, Salamina mengatakan siap mendukung penelitian ini dan akan membagikan kuesioner kepada Penghulu, Penyuluh, Guru dan Peserta Didik.
"Terima kasih atas kedatangan dan melakukan riset sebagai bentuk mitigasi bencana di masa yang akan datang sehingga meminimalkan dampak risiko, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta menyusun strategi penanggulangan yang lebih efektif dan tepat sasaran," tutupnya. []












