Kakankemenag Kabupaten Aceh Utara H Fadli SAg MSi bersama Bunda Inklusi Aceh Utara Annisatul Fuad menghadiri peluncuran Unit Layanan Disabilitas (ULD), layanan kesehatan Madrasah, serta Absensi Digital bagi peserta didik di MIN 11 Aceh Utara, Selasa, 3 November 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Madrasah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, ramah anak, peduli kesehatan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kepala MIN 11 Aceh Utara, Liliana SPd M Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa madrasah saat ini memiliki 956 peserta didik dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam, termasuk anak-anak penyandang disabilitas. Berdasarkan data madrasah, terdapat enam peserta didik dengan disabilitas kategori berat, 25 kategori sedang, dan 50 kategori ringan.
Menurutnya, kehadiran Unit Layanan Disabilitas merupakan bentuk komitmen madrasah untuk memberikan perhatian dan pendampingan yang lebih optimal kepada seluruh peserta didik, sehingga setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang setara sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Selain peluncuran ULD dan layanan kesehatan, MIN 11 Aceh Utara juga memperkenalkan inovasi absensi digital menggunakan perangkat fingerprint. Sistem tersebut telah melalui tahap uji coba pada peserta didik kelas IV, V, dan VI. “Apabila penerapannya berjalan dengan baik, pihak madrasah berencana menambah perangkat agar penggunaan sistem absensi digital dapat diperluas ke kelas lainnya," ujarnya.
Lili menjelaskan bahwa berbagai program dan inovasi tersebut merupakan hasil kerja sama serta dukungan seluruh pihak di lingkungan madrasah, mulai dari dewan guru, tenaga kependidikan hingga unsur pendukung lainnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kakankemenag Aceh Utara, Bunda Inklusi, serta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan MIN 11 Aceh Utara.
Sementara itu, Kakankemenag Aceh Utara dalam arahannya menyampaikan bahwa tiga layanan penting yang diluncurkan pada kesempatan tersebut, yakni layanan disabilitas, layanan kesehatan, dan absensi digital. Ketiganya merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan madrasah yang lebih baik bagi seluruh peserta didik.
Fadli mengajak seluruh siswa untuk menjaga fasilitas dan sarana prasarana madrasah yang telah dibangun bersama. Ia mengingatkan agar peserta didik tidak mencoret dinding, merusak fasilitas, maupun melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan lingkungan belajar.
Dengan jumlah peserta didik yang mencapai 956 orang, menurutnya, kemajuan madrasah membutuhkan dukungan dan keterlibatan semua pihak. Program-program unggulan yang telah dibangun perlu dijaga, dikembangkan, dan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Secara khusus Fadli memberikan perhatian terhadap keberadaan Unit Layanan Disabilitas yang baru diluncurkan. Ia menegaskan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian lebih dari seluruh tenaga pendidik. Guru diharapkan mampu mengenali kebutuhan setiap anak, lebih teliti dalam memberikan pendampingan, serta membangun komunikasi yang baik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
“Tidak ada anak berkebutuhan khusus yang merasa terasingkan di lingkungan madrasah. Seluruh warga madrasah harus berperan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying),” ujarnya
Menurutnya Fadli, setiap anak memiliki potensi dan bakat masing-masing yang perlu dikembangkan. Oleh karena itu, pihak madrasah diharapkan terus membangun koordinasi dengan orang tua agar peserta didik yang memiliki bakat dan minat tertentu dapat memperoleh pembinaan serta pelatihan sesuai kemampuannya. Ia juga menyampaikan rencana untuk menjajaki kerja sama dengan psikolog dari Puskesmas serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memberikan pendampingan lebih lanjut bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Sementara itu, melalui peluncuran layanan kesehatan madrasah, MIN 11 Aceh Utara turut menghadirkan perwakilan Puskesmas Kecamatan Jambo Aye sebagai mitra pendukung. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan kesehatan di lingkungan madrasah, termasuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada para guru terkait kesehatan peserta didik.
Pada kesempatan yang sama, Fadli juga menyoroti penerapan absensi digital berbasis fingerprint. Inovasi tersebut diharapkan mampu membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan ketepatan waktu, baik bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Melalui sistem ini, madrasah ingin membiasakan seluruh murid untuk lebih tertib dalam menjalankan aktivitas pendidikan sehari-hari.
Menutup arahannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala MIN 11 Aceh Utara beserta seluruh jajaran yang telah menghadirkan berbagai inovasi tersebut. Ia berharap ketiga layanan yang diluncurkan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga madrasah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha, Kasi Penmad, Analis Kepegawaian, Bunda Inklusi Kemenag Aceh Utara, Komite Madrasah, Kepala MIN 11 Aceh Utara beserta pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Aceh Utara, perwakilan Puskesmas Kecamatan Jambo Aye, kepala madrasah, para pengawas, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa dan siswi MIN 11 Aceh Utara. []










