[Karang Baru | Muhammad Sofyan] “SDM Berkualitas Kunci Keberhasilan Inplementasi Akuntansi Berbasis Akrual” kalimat tersebut terpampang dalam spanduk yang dibentangkan di dalam Aula Al-Ikhwan. Spanduk tersebut terkait pelaksanaan Sosialisasi Akuntansi Berbasis Akrual dan Aplikasi LPJ Bendahara (SILABI) Tahun 2015 yang dilaksanakan Kakankemenag Tamiang melalui Pelaksana Keuangan pada Kamis (28/5).
T. Syarifuddin, SE selaku Ketua Pelaksana dalam laporan menyampaikan bahwa peserta sosialisasi tersebut terdiri dari 10 orang Operator/Bendahara MIN, 3 orang MTs dan 2 orang Operator MAN serta 5 orang dari Satker di Kankemenag Tamiang, total seluruhnya 20 orang.
Sebagai Nara Sumber Kankemenag Tamiang mengundang dua Nara sumber dari KPPN Langsa.Dalam sambutannya Kakankemenag Tamiang menyampaikan bahwa “Operator/Bendahara di Madrasah adalah juru kunci karena tidak semua Kepala Madrasah mampu menguasai Ilmu Bapak Ibu Sekalian (Ilmu menyangkut Keuangan dan BMN, pen).
Dan ilmu dan tugas yang Bapak/Ibu miliki sekarang ini sangat menentukan berhenti atau berjalannya serta maju tidaknya sebuah Madrasah (Satker ) menyangkut pengelolaan DIPA,” ujarnya.
Salamina juga menyinggun bahwa Pencapaian Penilaian Wajara Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan terhadap Kementerian Agama tidak terlepas dari peran Operator di Madrasah.
Salamina juga menyampaikan bahwa tujuan pelatihan tersebut adalah sebagai upaya meningkatkan kemampuan Operator; Meningkatkan SDM yang profesional Pengelola Keuangan Negara.
Juga membantu pengembangan Karier dan sumber daya manusia di bidang pengelolaan Administrasi Keuangan; Memberikan pelatihan dasar Aplikasi Keuangan yang baru; dan meningkatkan pemahaman konsep dasat cara pengelompokan dan pelaporan data dengan benar. [yyy]










