Banda Aceh ( Heri ) --- Dalam rangka menyemarakkan Suasana Bulan Suci Ramadhan 1443 H/ 2022 M, Plt kepala Kantor Kementerian Agama Banda Aceh Dr. Aida Rina Elisiva B.Acc MM beserta selu?uh jajarannya mengikuti Taushiah Ramadan dan Kajian Keislaman bersama Akademisi UIN Ar-Raniry Prof Dr Fauzi Shaleh, M.Ag, Jumat (08/4/2022) pagi di Lantai II Aula Kantor Kementerian Agama Banda Aceh.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Banda Aceh Dr. Aida Rina Elisiva, B.Acc MM selesai kegiatan taushiah menyampaikan, ia menyebutkan kegiatan taushiah agama ini digelar dalam rangka menyemarakkan bulan Suci Ramadan, dan hasil kesepakatan bersama seluruh para Kasi dan ASN Kantor Kementerian Agama Banda Aceh, untuk meningkatkan dan memperdalam bidang agama khususnya tentang kewajiban puasa.
“Kegiatan ini hasil kesepakatan bersama Para Kasi, penyelenggara dan seluruh ASN Kantor Kementerian Agama Banda Aceh yang tujuannya untuk menyemarakkan Bulan Suci Ramadan dan menambah serta memperdalam ilmu pengetahuan khususnya tentang kewajiban berpuasa” Ujar Bu Rina.
“Untuk mendalami ilmu , makanya kita undang Ustadz untuk memberikan taushiah” Tutupnya.
Prof. Dr Fauzi Shaleh, Lc, MA selaku pemateri menyampaikan pondasi agama Islam lima perkara, yaitu Syahadat, Shalat sehari semalam lima waktu, puasa Ramadan, memberi zakat dan berhaji ke Baitullah bagi yang mampu. Ia mengupas secara mendetail mulai syahadat sampai berhaji ke baitullah bagi yang mampu.
Ia menambahkan banyak orang yang berpuasa tapi tidak menunaikan shalat, akan tetapi yang istiqamah dengan shalat pasti orang tersebut berpuasa.
Ketika kita menunaikan shalat kita harus berwudhuk, dan kita berusaha di badan kita selalu terjaga wudhuknya agar kita suci zhahir.
“Whuduk tidak mesti harus shalat, akan tetapi shalat mesti ada Whuduk” Ujar Prof Fauzi
Ia juga mengupas tentang kewajiban berpuasa di bulan Ramadan, dan ini merupakan perintah Allah SWT seperti termaktub dalam Al-Qur’an ayat 183 Surat Al-Baqarah. Selain menjelaskan tentang kewajiban berpuasa, ia juga menyampaikan ada beberapa golongan yang tidak wajib berpuasa.
“ada tiga golongan yang tidak wajib berpuasa, anak kecil hingga baligh, orang yang tidur hingga bangun dari tidurnya dan orang gila hingga ia sembuh, tiga golongan ini rufi’al qalam (tidak dicatat amal)” ujarnya.
Selain tiga golongan tersebut, ada juga yang boleh berbuka puasa, yaitu orang sakit dan musafir, tutupnya.
Kajian Ramadan ini dihadiri langsung Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Banda Aceh Dr Aida Rina Elisiva B.Acc MM, para Kasi, Pengawas madrasah, pengawas sekolah, penghulu, penyuluh dan seluruh ASN Kantor Kementerian Agama Banda Aceh.









