Banda Aceh (Inmas)---Usai menyampaikan materi bagi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Wisma UIN Ar-Raniry Selasa pagi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh menjadi narasumber Pelatihan Konvensi Hak Anak dan Sekolah Ramah Anak bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tingkat Provinsi Aceh.
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Aceh tersebut berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Selasa (20/8).
Pada kesempatan itu, Kakanwil mendefinisikan bahwa Konsep Sekolah Ramah Anak sebagai program untuk mewujudkan kondisi aman, bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup. "Melalui konsep ini diharapkan mampu menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya selama anak berada di Sekolah/Madrasah," ujar Kakanwil.
Dihadapan peserta pelatihan, Kakanwil juga mengisahkan ketika ia menjabat sebagai kepala madrasah, Air minum di madrasah untuk siswa diawasinya sendiri, tiap malam pesuruh memasak air minum minum siswa di madrasah yang dipimpinnya.
Hal tersebut dilakukannya demi terwujudnya anak didik sehat dengan air yang bersih yang mereka konsumsi.
Menurut Kakanwil, untuk pengembangan anak, orang tua memiliki peran yang sangat besar untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi setiap anak dan juga pemahaman agama.
"Dengan pemahaman agama yang baik akan melahirkan generasi berkarakter di masa mendatang," jelas Kakanwil.
Selain itu Kakanwil juga mengatakan bahwa peran seorang guru juga harus sejalan dengan punya peran signifikan.
"Seorang guru juga harus berperan sebagai Psikolog, yang dapat membantu dan membimbing peserta didiknya dengan benar, memotivasi dan memberi sugesti yang tepat, serta memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah anak didik dengan memperhatikan karakter dan kejiwaan mereka," ucapnya.
Dikatakannya lagi, guru hendaknya mampu berperan sebagai seorang dokter yang memberikan terapi dan obat pada pasiennya sesuai dengan diagnosanya. Salah diagnosa maka salah juga terapi dan obat yang diberikan sehingga penyakitnya bukannya sembuh tetapi sebaliknya semakin parah, bahkan berakibat fatal.
"Guru juga dapat berperan sebagai seorang Pemuka/Tokoh Agama yang dapat membimbing dan menuntun batin atau kejiwaan peserta didik, memberikan pencerahan yang menyejukkan dan menyelesaikan masalahnya dengan pendekatan agama yang hasilnya akan lebih baik," lanjutnya.
Karena itu, Kakanwil berpesan kepada guru bahwa mengenal peserta didik merupakan keharusan bagi seorang guru dalam melaksanakan tugas kependidikan.
"Pahamilah karakter anak didik, walaupun tidak mudah, semudah mengenal biodata mereka. Namun hal ini sangat penting dalam rangka mengetahui minat dan demi perkembangan anak didik yang lebih baik sesuai kemampuan dan talenta mereka masing-masing," kata Daud Pakeh.
Tampak peserta begitu antusias dan mengapresiasi apa yang disampaikan Kakanwil Kemenag Aceh.[]









