Meulaboh (Jufrizal) --- Dalam rangka menyambut hari santri tahun 2018, yang bertema "Bersama Santri Damailah Negeri" , Kabupaten Aceh Barat menyelenggarakan serangkaian kegiatan perlombaan bagi para santri di kabupaten tersebut. Bupati Aceh Barat H. Ramli, MS membuka secara resmi rangkaian kegiatan perlombaan tersebut di aula Setdakab Aceh Barat, Sabtu (13/10). Adapun puncak peringatan hari santri tingkat Provinsi Aceh diagendakan akan berlangsung pada Sabtu, 20 Oktober 2018 mendatang di Kabupaten Aceh Barat.
Kegiatan pembukaan menyambut hari santri ini dihadiri oleh Kepala Kankemenag diwakili Kasubag Tata Usaha, H. Jakfar, S.Ag serta sejumlah SKPK di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Aceh Barat, Tarmidi,S.Ag yang juga merangkap panitia, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan menyambut hari santri ini digelar beberapa lomba yaitu Musabaqah Qira'tul Kutub, Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Indonesia, Lomba Baca Puisi Islami, Musabaqah Fahmil Kutub, dan Lomba Rebana yang diikuti peserta para santri dari seluruh pesantren yang ada di Aceh Barat.
Perlombaan tersebut dilaksanakan di tiga titik lokasi yaitu Aula Kankemenag, Aula Setdakab dan Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan. Sedangkan pada puncak kegiatan Peringatan Hari Santri, 20 Oktober 2018 mendatang, akan dihadiri santri pesantren dari seluruh Kabupaten dan kota se-Aceh.
Pawai santri juga direncanakan akan dilaksanakan pada Jumat pagi, 19 Oktober 2018. Pawai keliling Kota Meulaboh diadakan dalam rangka memeriahkan kegiatan dimaksud.
Bupati Aceh Barat H. Ramli, MS mengatakan bahwa Pemerintah Aceh Barat beserta jajaran yang dipimpinnya terus melaksanakan program-program peningkatkan penegakan Syariat Islam di Aceh Barat. Tujuannya agar penegakkan syariat Islam semakin baik di Aceh Barat. "Saya mengajak seluruh masyarakat terutama santri untuk bersama-sama mewujudkannya," kata Ramli.
Lebih lanjut Bupati berharap, santri-santri di Aceh Barat harus berperan aktif dalam penegakan syariat Islam di Bumi Teuku Umar, santri harus berani menampakkan identitas kekhasan santri mulai dari pakaian seperti mengunakan peci kemana pun pergi, disertai akhlak dan kepatuhan santri pada ajaran syariat Islam. "Kita lihat bagaimana santri daerah lain maju, karena santri di sana bangga menjadi santri dan berani menampakan ciri khas santri," ujar H. Ramli. MS.
Pada kesempatan ini Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan lomba santri dan peringatan Hari Santri tahun 2018. Penutupan seluruh kegiatan nantinya akan ditutup dengan zikir seribu dan doa bersama.[L]
.










