Saat Pak Mar Sebut `Tukang Bubur Naik Haji` dan `Manusia Harimau`

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author15 Juni 2015
Saat Pak Mar Sebut `Tukang Bubur Naik Haji` dan `Manusia Harimau`

[Banda Aceh | Yakub]  “Semoga apa yang dikatakan seorang profesor komunikasi, tentang kecenderungan orang kita yang senang nonton film yang jual mimpi, tidak benar,” kira-kira begitu kata penutup Drs H Marzuki Anshari MA, Kakankemenag Aceh Timur, saat sesi dialog antara Tim Pinmas dan jajaran Kanwil Kemenag Aceh, sambil meminta penjelasan pada salah satu anggota Dewan Pers, Nezar Patria, di aula Kanwil.

Saat Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh persilakan peserta sosialisasi dan silaturrahmi, untuk sampaikan masukan dan pertanyaan, setelah Kakanwil sampaikan ‘selamat datang’ pada, anggota Tim Pinmas Kemeng RI (terdiri dari Kapuspinmas Kemenag RI Rudi Subiyantoro, Staf Khusus Menag RI Hadi Rahman, praktisi TIK Pinmas Kemenag Rusdi Anwar dan Ahmad Gufran, dan ikut juga Dewan Pers, Nezar Patria), maka Kabid Urais Binsyar, Kakankemenag Aceh Timur, dan Kasi Kepenghuluan Bidang Urais Binsyar Kanwil Kemenag Aceh pun menanyakan.

Kakankemenag Aceh Timur Drs Marzuki (disapa Pak Mar), yang beberapa bulan silam menggantikan Drs Faisal Hasan,  sampaikan bahwa ada kecenderungan masyarakat kita memilih tontonan yang jual kehidupan seperti mimpi, sarat ilusi, serba instan, dan hedonis (maunya senang melulu). Misalnya Tukang Bubur Naik Haji atau Manusia Harimau, yang penuh adegan ilusif dan umbar kesenangan ‘cepat saji’.

Memang setiap bangsa pasti memiliki kebiasaan masing-masing. Benar, baik yang positif ataupun yang negatif, sebagai warga kita tentunya punya juga kebiasaan-kebiasaan sebagai orang Timur, di antaranya: anak-anak kecil di Indonesia lebih hafal lagu-lagu pop, rock, dan semacamnya daripada lagu-lagu wajib nasional Indonesia (bahkan lagu Indonesia Raya).

Yang lain, film horor selalu menjadi suatu tontonan yang ramai ditonton, hampir 80% tayangan stasiun televisi swasta di Indonesia adalah sinetron-sinetron yang tidak mendidik,  kebutuhan paranormal di Indonesia tidak akan pernah habis,   dan kebutuhan seks remaja semakin meningkat.

Yang lainnya, masalah-masalah di Indonesia tidak pernah selesai karena di Indonesia berlaku tiga macam sudut pandang, yaitu dari sisi teologi (agama), metafisik (supranatural), dan ilmiah, sedangkan negara-negara maju tidak lagi memandang suatu masalah dari sudut pandang metafisik dan teologi, hanya dari masalah ilmiah saja.

Lalu, orang Indonesia sangat menyukai junk food, semua restoran, rumah makan, dan warung makan pasti akan selalu ramai di saat waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Lantas penasaran dan pertanyaan itu direspon Dewan Pers, Nezar dengan piawainya, dengan isyarat ‘mungkin sebagian benar’ demikian.

Sebab Nezar memang ahlinya, dan sebelumnya ia menyatakan sedih dengan Aceh yang masih ‘tak cakap’ menghabiskan uang (selalu dikembalikan ke Jakarta akhir tahun), dan tergantung ‘api’ pada Sumut itu. “Tadi malam saya terbang di atas Aceh, kayak terbang di atas Pasifik, gelap,” katanya. Memang beberapa hari ini, api untuk Aceh sering off

Selain menjawab pertanya, ada ajakan agar jajaran Kemenag segera dan sering-sering gunakan kemenag.go.id, Tim Pinmas (Pusat Informasi dan Humas) Kemenag RI, juga ajak jajaran Kemenag.

Menurut Tim Pinmas, bahwa sesegera sampaikan informasi yang benar, dan bagaimana yang tidak benar, disampaikan pula oleh Kanwil/Kankemena/Satker, kita sampaikan pula pada publik, lewat media.

“Kita sesalkan jika sering ketelatan klarifikasi, atas berita yang duluan berkembang, yang keliru. Kita perlu cepat responsif dengan isu, ke depannya,” ajak Nezar Patria, mantan Ketua AJI, Ketua Dewan Pers dan Redaktur Vivanews.

“Ini strategi komunikasi, yang harus dipelajari dan dibangun pimpinan,” sindir Dewan Pers, Nezar Patria, dalam acara bersama Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh dan jajarannya dalam sosialisasi di Aula Kanwi, Sabtu (13/6), jelang penutupan Pentas PAI.

Bad news is good news, itu doktrin lama. ‘Media kuning’ pula yang utamakan sensasionaltas. Kita simak, jika terlanjur di-publish, justru berita online lebih cepat merespon, daripada media cetak,” katanya.

“Ternyata yang paling banyak dibaca ialah yang good news. Tak selalu bad news. Justru good news sering yang banyak dibaca dan tanggapi. Namun, kita kekurangan narasi mengeskpos yang good itu. Jangan terlalu banyak statistik, narasi, dan angka-angka, dan news“ menurut Nezar, Anggota Dewan Pers dari unsur wartawan itu. [foto yakub inmas’s]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh