Banda Aceh (Inmas/Yakub)--Kakanwil Kementerian Agama Aceh Drs HM Daud Pakeh, bersama Peneliti Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama RI dan mitra terkait adakan Focus Group Discussion (FGD), Kamis (6/12).
Dalam FGD seputar Kerukunan Umat Beragama (KUB) di aula itu, Kakanwil sampaikan sejumlah langkah dan contoh konkrit penerapan dan perkembangan kerukunan di Aceh. Kakanwil juga kaitkan kerukunan dengan kemitraan yang harmonis antara Kemenag Aceh dengan lintas instansi di sini.
FGD kali ini membahas tema Pendalaman Hasil Indeks Survey Kerukunan Umat Beragama 2017 dan 2018 Kementerian Agama di Provinsi Aceh, yang mengalami Peningkatan trend Kategori Persentase Positif Indeks Kuantitatif.
"Semoga Aceh senantiasa diberkahi Allah dalam hidup rukun dan damai semua umat beragama sepanjang masa," harapnya.
Selain tim riset dari Puslitbang H Ibnu Hasan Muchtar Lc MA, diskusi didampingi dan diikuti Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Rakhmad Mulyana SAg MSi dan para Pengurus FKUB Aceh.
Antara lain hadir Ketua FKUB Aceh H Nasir Zalba SE, Wakil Ketua Prof Dr HA Hamid Sarong SH MH, Wakil Sekretaris Hasan Basri SAg MAg, dan Ketua Prodi Studi Agama Fakultas Ushuluddin UIN Ar Raniry. Kepengurusan forum yang hadir kali ini merupakan para pengurus yang baru saja terpilih beberapa waktu.
Dalam acara habis zhuhur itu, hadir pula Pembimas Budha Wiswadas SAg, Pembimas Hindu Sahnan Ginting SAg pada Kanwil Aceh beserta undangan lainnya.
Sebelum dan setelah acara, tim antara lain juga memantau kondisi kerukunan di Kanwil.
"Bagaimana lagi hebatnya kerukunan di Aceh, di ruang kerja ini, sehari-hari bergabung Pembimas Hindu dan Pembimas Protestan bersama stafnya," ujar Rakhmad pada tamu saat berada dalam ruang Subbag Hukum dan KUB.
Lanjutnya, Pembimas Protestan dibantu juga staf yang beragama Islam. Di sebelah ruang itu, di ruang Subbag Informasi dan Hubungan Masyarakat (Inmas), bergabung Pembimas Katholik dan Pembimas Budha dan stafnya. Di antara staf di Subbag Inmas ada pula yang Protestan.[]










