[Blangpidie | Dedy Supriadi MY/Badrul] Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan suatu kebaikan dalam Islam, yang bertujuan untuk mengingat 12 Rabiul Awal sebagai moment hari kelahiran nabi akhir zaman tersebut.
Perayaan Maulid Nabi yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya di berbagai belahan dunia oleh lintas generasi, sebenarnya hanyalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dengan diutusnya Rasulullah untuk menyelamatkan keimanan umat manusia.
Pokjaluh bekerjasama dengan KUA Kec. Susoh turut Melaksanakan peringatan maulid yang bertempat di mesjid Al-Furqan Susoh, tidak jauh dari Kantor KUA Kec. Susoh, Ahad (01/02).
Peringatan Maulid Nabi ini berlangsung dengan meriah, yang dihadiri oleh Camat, Kasi Bimas Islam, Kasi Haji dan Umrah, Koramil, Kapolsek, Masyarakat dan Tokoh Agama serta ibu-ibu majelis ta’lim yang ada di Kecamatan Susoh.
Koordinatar Penyuluh Agama Kec. Susoh Dra Arni Helmiaty dalam laporanya mengatakan bahwa acara maulid ini merupakan salah satu program kerja tahunan Penyuluh Agama Kec. Susoh dengan tujuan agar kita dapat menata kehidupan ini dengan penataan yang indah seindah kepribadian Rasulullah, SAW.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Pokjaluh Kec. Susoh dan kepada kepala KUA Kec. Susoh Khairul Huda, S.HI yang sangat bersahaja dengan penyuluh Agama dan selalu memberikan dukungan atas semua kegiatan yang dilaksanakan Pokjaluh Kec. Susoh,” ucapnya.
Menjadi Pencaramah Maulid yaitu Kabid PK Pontren Kanwil Aceh H. Abrar Zym, S.Ag. Dalam tausyiahnya menyampaikan umat islam tidak boleh terpancing dengan penghinaan yang terus dialamatkan kepada Islam.
Namun kita harus mendoakan orang tersebut agar Allah AWT memberikan petunjuk dan hidayah kepadanya untuk bisa membuka mata hatinya meyakini akan keesaan Tuhan.
Jika kita mau membaca sejarah banyak orang yang dulunya dia menghujat Islam dan Rasulullah justru masuk Islam dan menjadi orang yang terdepan dalam membela Islam karena petunjuk dan hidayah dari Allah AWT.
Kita harus senantiasa mengikuti suritauladan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, di mana sewaktu beliau jalan melihat seorang nenek yang mau menyeberang jalan lalu beliau menghampiri nenek tersebut, akan tetapi nenek tersebut terus menghina dan menghujat Nabi karena nenek tersebut tidak tau bahwa yang membantunya menyebrang jalan tersebut adalah orang yang dihina dan dihujatnya.
Namun Rasulullah tetap membantu nenek tersebut walaupun dihujat dan dihina, sesampainya di seberang lalu Rasulullah menyampaikan bahwa dialah Muhammad SAW, yang nenek hina tersebut.
“Lantas setelah mendengarnya nenek tersebut menangis sambil meminta maaf kepa Rasulullah dan menyatakan masuk Islam. Karena kejahatan itu akan selalu kalah dan luluh dengan kebaikan.” ujarnya di akhir tausyiah.
Akhir dari acara peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan Do’a oleh Ustaz Roni Haldi, Lc serta bersalam-salaman. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama di Kantor KUA Kec. Susoh. [yyy]









