Lima puluh umat Buddha berkumpul mengikuti acara pembacaan Sūtra di Vihara Maitri Banda Aceh, Selasa, 26 Agustus 2025. Hadir dengan hati tulus, penuh penghormatan dan pengabdian terhadap Buddha Dhamma, membuat suasana acara menjadi teduh.
Suwarno, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Aceh yang hadir menyampaikan Dhammadesanā pertamanya di vihara tersebut. Dia mengajak umat merenungkan makna mendalam dari upacara Ullambana. Menurutnya upacara ini bertujuan untuk mengingat budi baik para leluhur.
“Kebajikan yang dilakukan dengan hati tulus tidak hanya membawa manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga meringankan penderitaan orang tua dan sanak keluarga yang telah tiada," jelas Suwarno.
Dalam kesempatan itu, umat diajak merenungkan lima utusan surgawi yang dijelaskan dalam Devadūta Sutta. Melalui gambaran bayi yang lemah, orang tua renta, tubuh sakit, hukuman bagi penjahat, hingga jasad yang membusuk. Sang Buddha mengungkapkan kenyataan hidup yang tak dapat dihindari yaitu lahir, tua, sakit, dan mati. Semua itu adalah “utusan” yang mengingatkan manusia agar tidak lalai.
Acara pembacaan Sūtra akan berlangsung hingga 10 September 2025. Lebih dari sekedar ritual, upacara ini menjadi momen untuk memperdalam keyakinan, menumbuhkan cinta kasih, serta menghidupkan kembali semangat bakti kepada orang tua, guru, dan semua makhluk.