[Jakarta | Yakub] Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Pendidikan Menengah Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2015 telah diumumkan. Pemenang pertama setiap kategori yang terdiri dari Guru SMA/SMK, Kepala Sekolah SMA/SMK, Pengawas SMA/SMK, Guru SMALB, Guru SMA Berdedikasi dan Tutor Paket C akan menjadi utusan Aceh dalam lomba tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung 12-19 Agustus 2015 di Jakarta.
Mereka adalah Tomi Zapino, S.Pd. (Guru SMA Seruway Aceh Tamiang), Nur Asmah, S.Pd.,M.Pd. (Kepala SMA Negeri 1 Lhokseumawe), Muhammad Kasim, M.Pd. (Pengawas SMA Kota Banda Aceh), Yuliana, S.Pd., M.Pd (Guru SMK 3 Banda Aceh), Drs. Muhammad Husin (Kepala SMK 5 Banda Aceh), Dra. Siti Wahidah, M.Pd. (Pengawas SMK Kota Banda Aceh), Nasrullah, S.Pd. (Guru SMALB CD YPAC Banda Aceh), Nuri Astuti, S.Pd. (Guru SMA Terpencil Kabupaten Aceh Timur) dan Dra. Nur’aini (Tutor Paket C Kota Banda Aceh).
Untuk membekali dan menambah wawasan peserta guna menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional, Dinas Pendidikan Provinsi Aceh menggelar kegiatan Pembekalan Bagi PTK Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung 6-10 Juni 2015 di Grand Aceh Hotel, Banda Aceh.
Pematerinya adalah PTK berprestasi tahun sebelumnya dan unsur Dinas Pendidikan. Salah satunya adalah Nurchaili, S.Pd., M.Kom. guru MAN Darussalam Kabupaten Aceh Besar yang berhasil meraih Juara III tingkat nasional Pemilihan Guru SMA/MA Berprestasi Tahun 2014.
Dalam paparannya Nurchaili yang telah memberikan pembekalan pada hari Minggu dan Senin, 7-8 Juni 2015 menyampaikan beberapa hal yang harus disiapkan oleh peserta agar dapat tampil maksimal di ajang nasional.
“Portofolio harus dibuat sebaik mungkin dan penyusunannya harus mengacu pada petunjuk teknis yang telah dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan”, kata Nurchaili yang merupakan satu-satunya utusan Aceh yang berhasil meraih peringkat terbaik dalam ajang pemilihan Guru SMA/MA Berprestasi tingkat nasional tahun 2014.
Di samping itu menurutnya untuk mendapatkan nilai lebih, peserta harus memiliki karya tulis yang orisinal dan jangan pernah melakukan plagiat. Bila banyak melakukan publikasi akan lebih baik lagi karena disinilah kelebihan yang bisa ditunjukkan di hadapan dewan juri, di mana biasanya tidak banyak peserta yang memiliki kelebihan di bidang ini, jelas guru Kimia yang telah menghasilkan ratusan tulisan ini.
Pada kesempatan tersebut Juara I Guru Madrasah Teladan Tingkat Nasional Tahun 2008 ini juga memotivasi dan menginspirasi peserta dengan memaparkan kilas balik jalan menuju kesuksesan yang telah diraihnya.
Ia mengungkapkan untuk berprestasi tak mesti berasal dari sekolah favorit yang berlabel unggul, model, laboratorium atau embel-embel yang menunjukkan “hebat” lainnya. Tapi dari sekolah/madrasah pinggiran atau terpencil sekalipun bisa berprestasi asal ada kemauan dalam diri untuk menjadi yang terbaik.
“Yang penting punya kemauan kuat untuk menjalani profesi dengan sepenuh hati dan untuk berprestasi harus menyiapkan diri jauh-jauh hari, jangan hanya sibuk menjelang kompetisi,” tegas Nurchaili yang baru kembali dari studi banding ke Eropa ini.
“Bagi saya kemenangan dalam berkompetisi bukanlah semata-mata keluar sebagai pemenang, tapi sejatinya kemenangan adalah bagaimana menyikapi hasil kompetisi dengan jiwa besar dan hati yang lapang dengan membawa segudang pengalaman serta catatan untuk memperbaiki yang belum baik, mempertahankan dan meningkatkan yang sudah baik agar menjadi yang terbaik”, tutur isteri drh. Azhar Abdullah Panton ini.
[Keterangan foto: Nurchaili (duduk tengah) berfoto dengan peserta pembekalan PTK berprestasi Aceh tahun 2015]









