Banda Aceh (Inmas)---H. Nasir Zalba, mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh, Periode 2018-2021, menggantikan almarhum H. Ziauddin Ahmad.
Nasir Zalba dipilih dalam musyawarah yang dihadiri hampir seluruh pengurus FKUB Aceh periode 2014-2018 di Kiryad Muraya Hotel, Banda Aceh, Sabtu (20/10).
Dalam Forum musyawarah FKUB tersebut juga disepakati menunjuk H. Juniazi MPd sebagai Sekretaris FKUB Aceh periode ke depan mendampingi Ketua terpilih.
Pengurus menganggap sosok Nasir Zalba, adalah tokoh penting di Aceh, kridibel, profesional dan mampu menahkodai forum yang mewadahi seluruh tokoh agama dan pemuka agama di Aceh.
Ia juga dianggap telah banyak terlibat dalam sejumlah persoalan yang terjadi di Aceh, terutama penyelesaian masalah yang terjadi di Aceh Singkil beberapa waktu lalu.
Kegiatan Musyawarah FKUB ini, dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kabankesbangpol) Aceh, Drs. Mahdi Efendi.
Mahdi Efendi dalam arahannya mengatakan peran FKUB Aceh sangat penting ke depan dalam rangka mendorong partisipasi dan kerjasama umat beragama dalam memperkuat dasar-dasar KUB guna membangun dan memelihara harmoni sosial dalam kerangka persatuan dan kesatuan nasional.
"FKUB merupakan pilar penting dalam menjaga dan memelihara kerukunan di tingkat nasional dan Aceh khususnya, kami berharap FKUB dapat meningkatkan pemahaman, saling pengertiandan partisipasi umat beragama dan semua pihak, khususnya di Aceh dalam melihat dan mencermati isu-isu dan potensi konflik keagamaan yang berkembang di dalam masyarakat," ujar Mahdi.
Turut hadir Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Aceh, Rahmat Mulyana, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosbud dan Ormas, Kesbangpol Aceh, Drs. Kahar Muzakkir, Ketua MAA Aceh H. Badruzzaman Ismail, SH.MH, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Prof. Dr. Azman Ismail, MA, Hj. Dahlia, M.Ag, DR. Nurjannah Ismail, Tgk. Asnawi M. Amin, tokoh agama Kristen, tokoh agama Hindu dan sejumlah tokoh agama dan Ormas keagamaan di Aceh.[]










