Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi guru madrasah, Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Rayon 2 Aceh Selatan melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dengan mengusung tema Mewujudkan Guru Madrasah yang Profesional, Adaptif, dan Inovatif, Rabu, 01 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 01 hingga 05 April 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan.
Kegiatan PKB secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan, Khairul Huda SHI MSi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari program prioritas (Astacita) Menteri Agama RI.
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita diajarkan untuk menjadi guru yang khadimul ummah, melayani umat dan peserta didik dengan sepenuh hati. Menjadi guru berarti siap menjadi teladan bagi siswa dan lingkungan,” ujar Khairul Huda.
Ia juga berharap para guru madrasah mampu mengimplementasikan kurikulum tersebut dengan pendekatan yang berdampak langsung kepada peserta didik dan juga orang tua, sehingga tercipta proses pembelajaran yang lebih humanis dan bermakna.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama KKG MI Rayon 2 Aceh Selatan dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh. Hadir sebagai narasumber para widyaiswara, yaitu Mulyadi SAg MHum dan Kamarullah SAg MPd. Selain itu, materi juga akan disampaikan langsung oleh Kepala BDK Aceh, Dr Hj Qadriyah MPd.
Di akhir sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Aceh Selatan juga memberikan pesan penting terkait penggunaan media sosial bagi para guru.
“Guru harus menjadi uswah (teladan) bagi anak-anak. Oleh karena itu, gunakan media sosial secara bijak dengan menghadirkan konten edukatif, bukan sekadar hiburan, apalagi kritik negatif yang tidak mendasar,” tutupnya.













