Feature

Menenun Harapan di MIS Lae Oram: Saat Tiang Mushala Mulai Berdiri

Nurleli Ramadhani S.I.Kom
Nurleli Ramadhani S.I.Kom
Author•01 Oktober 2026
Menenun Harapan di MIS Lae Oram: Saat Tiang Mushala Mulai Berdiri
Siswa-Siswi MIS Lae Oram berdiri di antara tiang-tiang Mushala, Semangat menanti proses pembangunan tempat mereka Belajar Membaca Al Qur'an dan Beribadah.

Di lingkungan MIS Lae Oram, Kota Subulussalam, sebuah mushala mulai tumbuh dari kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat. Bangunannya memang belum utuh. Yang terlihat saat ini baru deretan tiang beton yang berdiri di atas lahan seluas 12 x 14 meter.

Belum ada dinding yang menaungi dari panas dan hujan. Lantai tempat anak-anak bersujud pun belum terbentang, begitu pula atap yang kelak melindungi mereka saat beribadah. Namun, dari tiang-tiang yang mulai berdiri itu, sebuah harapan sedang dibangun: menghadirkan ruang ibadah sekaligus tempat pembinaan keagamaan bagi siswa dan masyarakat sekitar.

Gagasan pembangunan mushala tersebut berawal dari kepedulian Pimpinan Yayasan Muda Kreatif Subulussalam bersama Kepala MIS Lae Oram, Musrin. Keterbatasan sarana ibadah di madrasah mendorong mereka untuk menghadirkan fasilitas yang tidak hanya digunakan siswa, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Gagasan itu kemudian mendapat dukungan dari umat melalui wakaf dan sumbangan untuk pembangunan mushala.

“Dalam sebuah rapat di hadapan Kepala Kantor Kemenag Kota Subulussalam, pertama kali saya sampaikan gagasan untuk membangun mushala di MIS Lae Oram. Alhamdulillah, mendapatkan dukungan penuh dari Bapak Kakankemenag. Maka, bermodal dukungan, keyakinan dan bismillah, tiang-tiang itu kini bisa berdiri melalui dana wakaf masyarakat,” ujar Musrin mengenang awal pembangunan mushala.

Bagi Musrin, mushala tersebut nantinya bukan sekadar tambahan fasilitas madrasah. Keberadaannya diharapkan menjadi bagian dari pembiasaan ibadah dan pembinaan karakter siswa.

“Harapan terbesar kami, lewat mushala ini kelak tidak boleh ada lagi anak didik kami yang tidak bisa salat. Minimal, mereka harus mampu dan tertib melaksanakan salat lima waktu. Lebih dari itu, ketika bangunan ini selesai, pintunya akan selalu terbuka lebar sebagai sarana ibadah bagi warga sekitar. Ini adalah rumah ibadah milik kita bersama,” ungkapnya.

Pembangunan mushala dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan swadaya dan dukungan masyarakat. Musrin menargetkan seluruh proses pembangunan fisik dapat rampung dalam waktu tiga tahun.

Ada pula harapan lain yang ingin diwujudkannya. Peletakan batu pertama pembangunan mushala sebelumnya dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam, H Munawar SE MSi. Musrin berharap, ketika mushala telah selesai dibangun, Munawar masih dapat hadir untuk meresmikannya.

“Kami menargetkan mushala ini selesai dalam waktu tiga tahun. Besar sekali harapan saya, karena peletakan batu pertama mushala ini dulu dilakukan langsung oleh Bapak Kakankemenag Munawar, nantinya ketika bangunan ini sudah berdiri tegak, beliau juga yang akan datang kembali ke sini untuk meresmikannya dalam masa jabatan beliau. Itu akan menjadi momen penutup yang sangat indah bagi ikhtiar bersama ini,” harap Musrin.

Kelak, ruang seluas 12 x 14 meter itu diharapkan menjadi tempat siswa belajar membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat berjamaah, dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan. Masyarakat sekitar juga dapat memanfaatkannya sebagai tempat beribadah bersama.

Perjalanan menuju bangunan yang utuh masih panjang. Karena itu, pembangunan mushala ini masih membutuhkan dukungan dan gotong royong dari berbagai pihak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh dewan guru MIS Lae Oram, panitia, wali murid dan keluarga besar Kementerian Agama Kota Subulussalam atas dukungannya hingga hari ini tiang-tiang mushala ini bisa berdiri,” ujar Musrin.

Bagi mereka yang terlibat, pembangunan mushala ini bukan sekadar mendirikan sebuah bangunan. Ada harapan agar setiap rupiah wakaf, tenaga, dan bantuan yang diberikan dapat menjadi bagian dari amal yang manfaatnya terus dirasakan.

Hari ini, mungkin yang terlihat baru beberapa tiang beton di lingkungan MIS Lae Oram. Namun, dari sanalah ikhtiar itu dimulai. Sedikit demi sedikit, tiang-tiang tersebut akan dilengkapi dinding, lantai dan atap, hingga akhirnya menjadi tempat anak-anak belajar, beribadah, membaca Al-Qur’an, dan tumbuh dengan nilai-nilai keagamaan.[]

FotograferHumas Satker Kemenag Kota Subulussalam
Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh