Maulid Balai Kota, Al-Qur`an Braille untuk Tunanetra

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author26 Februari 2015
Maulid Balai Kota, Al-Qur`an Braille untuk Tunanetra

[Banda Aceh | Yakub] Sebelum penceramah Maulid Nabi Muhammad SAW, Syeikh Ali Jaber (asal Arab Saudi) sampaikan taushiah di hadapan hadirin, termasuk yatim dan tunanetra, Walikota Banda Aceh apresiasi penyerahan Al-Qur`an Braille untuk ratusan tunanetra. 

Sehari sebelum Kajian (Pengajian Umum Jumatan) bersama KH Yusuf Mansur di Taman Sari (Jumat 25/2), Maulid Raya di Balai Kota (Kamis, 26/2), dipenuhi dengan hidang meulapeh. Zikir maulid pun terdengar hingga ke ruangan Kanwil, di sebelah selatannya.

Di hadapan pejabat SKPK dan lainnya, termasuk jajaran Kanwil/Kankemenag/KUA, Walikota Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, dalam maulid Nabi (26/2) ajak kita kian peduli dengan syariat, dan santuni anak yatim.

Bersama jajaran Setdakota Banda Aceh, acara maulid dipadukan dengan makan bersama, dan sebelumnya pengadiahan Al-Qur’an Bralle. Bu Illiza yang ikut pada kenduri maulid Kakanwil Kemenag Aceh di kawasan Beurawe (22/2), kisahkan soal kesulitan mengaji selama ini.

Sebab bagi kita membaca Al Qur’an termasuk hal yang sering kita lakukan karena kita masih bisa membaca dengan baik dan tidak ada kesulitan. Bagaimana dengan saudara kita yang memiliki keterbatasan seperti tunanetra? Apakah ada kesulitan dengan membaca Al Qur’an? Subhanallah, banyak sekali Allah ciptakan agar mempermudah kaum-Nya untuk membaca Al Qur’an. 

Selama barangkali tunanetra sering dengan kitab hadis, fiqh dan ushul fiqh, tapi kini di Banda Aceh ada Al-Quran timbul. Dan di samping hidang meulapeh ada Al-Quran yang disusun mau dibagikan. Huruf pada Alquran Braille sama dengan huruf Latin biasa. Hanya saja di sini ada tambahan khusus untuk tanda baca dan panjang pendek bacaan.

Untuk membaca mereka butuh fasilitas khusus.  Namun fasilitas khusus ini tak murah. Satu set Alquran Braille biasa dihadiahi Rp 1 juta. Padahal daya tahannya tak terlalu lama karena cara membacanya dengan diraba.

Pencetak Alquran Braille terbaru dengan komputer serta printer khusus.

Indonesia, jumlah Alquran braille di Indonesia belum memadai. Kebutuhan tunanetra Muslim terhadap Alquran jenis ini dalam jumlah banyak tak terpenuhi. “Sekarang yang dicetak memang masih terbatas,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Abdul Djamil (saa itu, (saat itu sebelum diganti Prof. Dr. H. Machasin, MA sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat/Bimas Islam Kemenag RI).

Menurutnya, jumlah tersebut tentu tak sebanding dengan jumlah tunanetra yang memerlukan Alquran braille. Saat peluncuran Alquran braille dan terjemahan 30 juz serta ekspos produk Badan Litbang dan Diklat Kemenag.

Terbatasnya Alquran braille karena pemerintah baru menyelesaikan 30 juz dan terjemahan Alquran tersebut pada pertengahan 2013 lalu. Setahun sebelumnya, mereka baru menuntaskan 15 juz pertama dan terjemahannya.

Dua tahun lalu, Juz Amma telah bisa dibaca dengan mudah oleh para tunanetra. “Dengan selesainya 30 juz Alquran braille dan terjemahannya, insya Allah pada 2014 akan kami produksi besar-besaran,” ujar Prof Djamil.

Lalu penceramah naik pentas yang disimak jamaah bawah teratak indah. Syeikh Ali Jaber kembali mengajak umat untuk senantiasa mengais rezeki dari sumber yang tidak hanya halal (halalan), tapi baik (thayyiban). “Jika KPK di dunia hanya menanyakan harta kita dari mana, maka `KPK` di akhirat akan menanyai kita: harta dari mana dan dikemanakan,” sindir Syekh Ali Jaber, Imam Masjid Sunda Kelapa, yang fasih berbahasa Indonesia, yang kayaknya ini kali kelima ke Banda Aceh.

Layanan
iduladha26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh