Makasar (Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh menyapa Kontingen Aceh pada Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Nasional IX di Makassar, di Asrama Haji Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/10).
Dalam kesempatan tersebut Kakanwil memberi motivasi dan semangat kepada seluruh Kontingen Aceh, khususnya kepada para siswa yang akan mulai bertanding.
Ia berpesan kepada peserta agar percaya diri, belajar dan berdoa, karena menurutnya dalam sebuah pertandingan atau mental itu sangat diperlukan.
"Maka kami meminta kepada anak-anak untuk tetap semangat, tidak boleh minder, percaya diri, tampillah dengan performa terbaik, rilek dan jangan terbeban," ujar Kakanwil.
Ia mengatakan, event Pentas PAI Nasional tersebut merupakan ajang untuk silaturahmi, selain sesama Aceh, para peserta juga akan bertemu dengan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.
Selain itu, Kakanwil juga berpesan kepada peserta untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan fokus belajar.
"Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin, dan berkonsentrasi pada pertandingan," kata Kakanwil.
"Kita berharap anak anak kami mendapatkan yang terbaik, bisa tampil dengan performa terbaik, semoga bisa kembali mendapatkan juara umum," lanjut Kakanwil.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, secara resmi membuka perhelatan Pentas PAI tahun 2019 di Asrama Haji Sudiang Makassar Sulawesi Selatan, Kamis (10/10).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Menag didampingi Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin dan Wakil Gubernur Sulsel, Sudirman.
Sebelumnya, keberangkatan Kontingen Aceh tersebut dilepas oleh Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, H. Saifuddin, SE di Aula Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh, Selasa 8 Oktober 2019.
Pada kesempatan itu, Saifuddin mengajak semua peserta untuk menjaga marwah dan nama baik Aceh, karena kesana bukan membawa kepentingan pribadi, jaga norma dan beri contoh dengan sikap sopan santun yang bagus. Jangan lupa misi kita, mengemban nama Aceh dan semangat berjuang untuk tetap menjadi Juara Umum.
Pentas PAI didesain untuk internalisasi nilai-nilai ajaran Islam sehari-hari yang dikemas dalam bentuk lomba dan berlangsung sejak 9 s.d 14 Oktober 2019, Aceh mengutus 32 siswa terbaik pada pentas PAI tersebut.[]










