Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat Daya menyerahkan 12 penghargaan kepada santri dan tenaga kependidikan berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah di berbagai ajang, mulai dari tingkat dunia, nasional, regional Barat Selatan Aceh, hingga tingkat kabupaten.
Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Kemenag Abdya, Dr H Marwan Z Sag MM, pada upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pesantren Jabal Nur Jadid, Kecamatan Lembah Sabil, Kamis, 22 Oktober 2026.
Marwan menyebut, prestasi tersebut sebagai kebanggaan bagi daerah sekaligus bukti potensi besar yang dimiliki para santri.
“Santri Abdya membuktikan bahwa mereka mampu berprestasi dan membawa kebanggaan bagi daerah, bahkan hingga tingkat dunia," ujar Marwan.
Pada tingkat dunia, dua santri Pondok Pesantren Jabal Nur Jadid, Alif Geubrinatullah dan Syifa Annajwa Hayat, terpilih sebagai peserta perwakilan Indonesia pada Jambore Pramuka Dunia ke-26 Tahun 2027 di Gdansk, Polandia.
DI tingkat nasional, lima santri mendapat penghargaan atas partisipasi dan keterwakilan Aceh dalam ajang nasional. Mereka adalah Tazki Alfaizi dari Ponpes Jabal Nur Jadid sebagai perwakilan Aceh pada Perkemahan Pramuka Santri Nasional Tahun 2026 di Malang, Jawa Timur. Begitu juga dengan Yuni Arfiza, M. Dika Alfadillah, dan Dharma Putra Sasangka dari pesantren yang sama sebagai perwakilan Aceh pada Jambore Pramuka Nasional Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta Timur; serta Alisya Miladinata sebagai peserta perwakilan Aceh pada Kongres Rohis Nasional I Tahun 2025 di Mercure Convention Center, Jakarta.
Adapun pada tingkat regional barat selatan Aceh, Syifaul Rifki Fahmi dan Ahmad Rajani dari Ponpes Madinatul Fata meraih Juara I bidang Syarhil Quran pada Zudi Islamic Competition VIII Tahun 2025 yang diselenggarakan di Dayah Terpadu Zainatul Ulum Diniyah Islamiyah. Penghargaan juga diberikan kepada penghafal Al-Qur’an, yakni Imam Habibi dari Pesantren Banu Ibrahim yang telah menghafal 5 juz dan Halizatul Syifa dari Pesantren Miftahussalam yang telah menghafal 2 juz.
Sementara itu, pada kategori tenaga kependidikan berprestasi tingkat kabupaten, Mulyadi SPd, operator pesantren, menerima penghargaan sebagai operator pesantren terbaik di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya.
Kebanggan yang sama juga disampaikan oleh Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Abdya, Adihar SpdI MA. Penghargaan ini, harapnya, menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi.
Ia juga mengapresiasi peran para pembina, guru, dan pengelola pesantren yang terus mendampingi santri dalam mengembangkan kemampuan, baik di bidang keagamaan, kepemimpinan, maupun kepramukaan.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa santri memiliki potensi besar untuk bersaing dan berkontribusi di berbagai bidang. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus berprestasi,” katanya.[]













