Calang (Humas)---Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) terus memantau (survey) dan mendorong pendayagunaan aset wakaf di Aceh.
Kasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bidang Penaiszawa Nashrullah SAg MA jelaskan bahwa, di antara pemanfaatan lahan wakaf produktif ialah dengan menanam aneka tanaman yang sesuai dengan kondisi alam setempat, seperti durian, cabai, bawang, dan tanaman muda lainnya.
Juga disuburkan dengan tanaman serei wangi, seperti di pesisir Samudera Indonesia, Aceh Jaya itu.
"Survey lahan wakaf produktif tim Kanwil baru-baru ini dilakukan pada lahan wakaf di Gampong Lhok Geulumpang Kecamatan Setia Bakti Aceh Jaya," sebut Abi Nashrullah, yang juga telah memantau lahan yang wakaf di pondok pesantren (pontren), Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.
"Pewakaf (waqif) lahan yang dibudidayakan tanaman untuk sulingan minyak itu ialah Haji Mustafa," imbuh Nashrullah, yang sebelumnya menjabat Kasubbag TU Kankemenag Aceh Besar.
"Lahan wakaf yang sudah dibudidayakan serei wangi, dan alhamdulillah sudah diolah dengan proses pabrik, bekerjasama dengan Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT) selaku nazir dalam proses penyulingan minyak serei," jelasnya yang sebelumnya, bersama tim juga telah meninjau lahan wakaf di Desa Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh.
"Lahanan yang sudah ada sertifikat wakaf di kawasan yang terkenal dengan pantai indahnya tersebut, untuk lahan seluas 10 hektare," tutup Nashrullah, yang sebelumnya juga bertugas sebagai Penghulu di KUA di Aceh Besar.
Kakankemenag Aceh Jaya H Samsul Bahri SAg apresiasi pemanfaatan lahan produktif seperti ini.
Saat tim ke Aceh Jaya, didampingi Penyelenggara Zakat Wakaf Kankemenag Aceh Jaya H Ismet Mahdi SAg.[y]