Banda Aceh (Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh melaunching proyek perubahan peserta Diklat PIM IV angkatan III Tahun 2018 di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Jl. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh, Kamis (15/11).
Ada tiga proyek perubahan yang dilauching yaitu, pertama: Pemetaan kompetensi guru melalui sistem aplikasi pemetaan dan evaluasi (Simpel) online berbasis android di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, dengan project leadernya Zulkifli, S.Ag, M.Pd.
Kedua, Pengelolaan data penerima manfaat Indonesia Pintar (PIP) melalui instrumen monitoring dan evaluasi terintegrasi pada Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, dengan project leadernya Dra. Qadriyah, M.Pd.
Ketiga, Pendataan sarana dan prasarana Madrasah melalui aplikasi elektronik, dengan project leadernya Safruddin, S.Ag.
Kakanwil pada kesempatan tersebut mengatakan sangat mendukung proyek Perubahan "Dengan ini sekaligus kita ingin melihat kemampuan guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, dimana dalam era digital sangat dibutuhkan guru yang mampu mengikuti perkembangan zaman," ujar Kakanwil.
Menurut Kakanwil, guru dapat memainkan berbagai peran sebagai pembawa perubahan, konsultan pembelajaran, yang memiliki rasa kemanusiaan dan moral yang tinggi, dan sensitivitas sosial, "Juga berpikiran rasional dan jujur, sehingga mampu bekerja dengan baik dalam lingkungan pendidikan yang dinamis," sebut Kakanwil.
Masing-masing para project leader memaparkan tujuan dan manfaat dari proyek perubahan tersebut, untuk proyek perubahan Simpel online berbasis android digunakan untuk menentukan kompetensi pedagogik, profesional, sebagai program pembinaan dan pengembangan profesi guru dan sebagai alat kontrol pelaksanaan penilaian kinerja guru.
Sementara proyek perubahan PIP melalui instrumen monitoring dan evaluasi terintegrasi pada Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, diharapkan bisa menghasilkan informasi tentang pemetaan dana oleh siswa dan peran dana PIP dalam mengurangi angka putus sekolah dikalangan siswa.
Serta dalam jangka panjang dapat menghasilkan rekomendasi terhadap pengelolaan dan pemanfaatan dana PIP.
Untuk proyek perubahan Pendataan sarana dan prasarana Madrasah melalui aplikasi elektronik diharapakan dapat memberikan kontribusi pemikiran pada sistem pendataan sarana Madrasah, serta terciptanya sebuah sistem aplikasi baru dalam bentuk pendataan sarana melalui E-GIS.
"Kita berharap semua madrasah punya ada titik koordinatnya, sehingga dengan mudah masyarakat membuka dan menjangkaunya melalui website bila ingin mengetahui letaknya karena kita sudah masuk dalam dunia digital," ungkap Daud Pakeh.
Turut hadir Kabid Penmad, Muntasyir SAg MA, para Kabid di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh, Pembimbing Proyek Perubahan DR. Fadliadi,S.Ag, MED, Kepala Madrasah, Kota Banda Aceh, Para Kasi Penmad Kota Banda Aceh.[]















