Kepedulian terhadap kesehatan siswa di tengah semakin pekatnya kabut asap di Kabupaten Aceh Besar ditunjukkan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Mereka membagikan masker kepada ratusan siswa dan guru MIN 22 Aceh Besar, Sabtu 17 Oktober 2026, sebagai langkah antisipasi terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aksi sosial tersebut dilakukan menyusul kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Aceh Besar dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Ketua mahasiswa PPL UIN Ar-Raniry Banda Aceh di MIN 22 Aceh Besar, Muhammad Raju, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan siswa dan tenaga pendidik di lingkungan madrasah.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan asap saat siswa mengikuti kegiatan pembelajaran maupun beraktivitas di lingkungan madrasah.
“Pembagian masker ini merupakan salah satu upaya antisipasi agar siswa dan guru dapat lebih terlindungi dari paparan kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan,” demikian semangat kepedulian yang ditunjukkan mahasiswa PPL melalui kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala MIN 22 Aceh Besar, Misdar Mawarni, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa PPL UIN Ar-Raniry atas inisiatif dan kepedulian mereka terhadap kesehatan warga madrasah.
Ia menilai pembagian masker tersebut merupakan langkah positif, sekaligus mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Terkait banyaknya pertanyaan dari orang tua siswa mengenai keberlangsungan proses pembelajaran di tengah kabut asap, Misdar menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di MIN 22 Aceh Besar tetap berlangsung seperti biasa. Kebijakan tersebut mengikuti ketentuan yang berlaku, kecuali apabila ada surat edaran atau instruksi resmi dari Kementerian Agama mengenai peliburan kegiatan pembelajaran.
Ia juga mengimbau seluruh siswa agar menggunakan masker saat beraktivitas, terutama ketika berada di luar ruangan. Selain itu, siswa yang mengalami gangguan kesehatan atau merasa kurang sehat disarankan untuk beristirahat di rumah dan mengonsumsi makanan bergizi guna menjaga daya tahan tubuh.
“Kesehatan anak-anak harus menjadi perhatian bersama. Jika siswa kurang sehat, sebaiknya beristirahat di rumah agar kondisinya tidak semakin memburuk,” pesannya.
Misdar berharap kondisi kabut asap di Aceh Besar segera membaik sehingga aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan di madrasah, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.












