Beragam produk unggulan dan kekayaan budaya Aceh menarik perhatian rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI saat mengunjungi stand Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh pada Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo di Plaza Bata Merah, Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat sore, 30 Oktober 2016.
Kunjungan Penasihat DWP Kemenag RI, Helmi Nasaruddin Umar bersama Ketua DWP Ny Sinarliati Komaruddin dan sejumlah pengurus lainnya disambut Ketua DWP Kanwil Kemenag Aceh Nurlaili Ny Azhari bersama Ketua DWP Kemenag Aceh Tengah dengan nuansa adat Gayo.
Penyambutan ditandai dengan penyematan Upuh Ulen-ulen, pemberian syal Kerawang Gayo, serta Jembolang, sebagai bagian dari tradisi masyarakat Gayo.
Dalam kunjungan tersebut, Helmi melihat langsung berbagai produk kerajinan tangan khas Gayo, mulai dari hasil karya bernuansa Kerawang hingga produk unggulan daerah. Ia juga berkesempatan mencicipi kopi Arabika Gayo yang dikenal sebagai salah satu kekayaan dan komoditas unggulan dataran tinggi Aceh.
Ia mengaku senang melihat kreativitas dan partisipasi DWP Kemenag Aceh dalam ajang tersebut. Menurutnya, kehadiran stand Aceh menjadi ruang positif untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menunjukkan peran aktif DWP dalam mendukung pengembangan produk lokal.
Kakawil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi didampingi Kepala Kankemenag Aceh Tengah H Wahdi MS MA turut menyambut kedatangan rombongan DWP Kemenag RI.
Azhari berharap, keikutsertaan Kanwil Kemenag Aceh dalam IES 2026 dapat memperluas pengenalan potensi ekonomi syariah Aceh, termasuk produk-produk berbasis wakaf produktif, kepada masyarakat dan komunitas yang lebih luas.
"Kunjungan DWP Kemenag RI dan para pengunjung ke stand ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya, potensi produk unggulan, serta identitas masyarakat Aceh kepada publik yang hadir pada IES 2026," ujarnya.
Menurut Azhari, melalui stand tersebut, Kanwil Kemenag Aceh berupaya menghadirkan wajah Aceh yang kaya akan tradisi, kearifan lokal, sekaligus memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan syariah.
Ia juga menyoroti kopi Arabika Gayo yang diperkenalkan sebagai salah satu produk unggulan UMKM melalui Wakaf Produktif Ihmal Jaya Kemenag Aceh Tengah. Kopi yang turut dikembangkan di atas lahan wakaf produktif tersebut memiliki karakter aroma, cita rasa, dan keunikan tersendiri.
Azhari menilai, pengembangan wakaf produktif di Aceh Tengah menjadi salah satu praktik baik yang dapat menginspirasi daerah lain. Menurutnya, potensi wakaf tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Aceh Tengah dapat dijadikan contoh dalam pengelolaan wakaf produktif. Ini harus menjadi semangat bagi kabupaten dan kota lainnya untuk terus mengembangkan wakaf agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas," kata Azhari.
Sebelumnya, usai membuka Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar MA juga mengunjungi stand Kanwil Kemenag Aceh.[]











