Ny Kamaliah Amirullah resmi dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Jaya oleh Bunda Inklusi Kementerian Agama Provinsi Aceh, Ny Nurlaili Azhari, dalam rangkaian kegiatan peresmian Kantor Urusan Agama (KUA) Darul Hikmah, Kamis, 30 April 2026.
Pengukuhan ini menandai penguatan peran Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang lebih terbuka dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kehadiran Bunda Inklusi di tingkat daerah diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif, tidak hanya dalam layanan keagamaan tetapi juga pada sektor pendidikan.
Dalam arahannya, Nurlaili Azhari menekankan bahwa upaya mewujudkan inklusivitas harus dimulai dari peningkatan kesadaran bersama, termasuk dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak berkebutuhan khusus.
“Peran Bunda Inklusi sangat penting dalam menggerakkan kesadaran masyarakat agar layanan keagamaan semakin terbuka bagi semua, sekaligus mendorong tersedianya akses pendidikan yang layak dan setara bagi anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemenuhan hak pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. “Tidak boleh ada anak yang tertinggal dari pendidikan hanya karena keterbatasan. Semua memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang,” tambah Nurlaili.
Sementara itu, Bunda Inklusi Kankemenag Aceh Jaya menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang mendukung dan tanpa diskriminasi,” ujar Kamaliah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama Provinsi Aceh, unsur pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan yang sama, juga dilaksanakan pelantikan Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Kabupaten Aceh Jaya oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi.
Pelantikan FPMI tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat implementasi pendidikan inklusif di madrasah, sekaligus bersinergi dengan peran Bunda Inklusi dalam mendorong terbukanya akses pendidikan yang setara bagi anak berkebutuhan khusus. Melalui kolaborasi ini, diharapkan upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif di Aceh Jaya dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.












