[Banda Aceh | Tgk Teuku Zulkhairi] Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh akan melaksanakan pembangunan fisik di tahun 2015 nanti. Hal itu disampaikn oleh Kasubbag TU BDK Aceh, Drs. Khrisfiosn, S.IPI, Minggu, di Banda Aceh, 8/12.
Menurut Khrisfison, pembangun tersebut dilaksanakan dalam tiga tahapan.
Pertama, pelelangan jasa konsultansi.
Kedua, pembangan fisik yang direncanakan akan dikembangkan dalam batas-batas tanah dan fondasi bangunan kantor.
Ketiga, yaitu tahapan pengawasan.
Pembangunan tersebut dilaksanakan di wilayah Aceh Besar, yaitu Gampong Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka Samahani.
Luas tanah yang tersedia sesuai dengan ukuran tanah yang dihibahkan oleh Gubernur Aceh, yaitu seluas 10,7 Ha. Sebab, kata Khirfison, BDK Aceh memiliki modal besar dengan luasnya tanah yang dihibahkan oleh Pemda Aceh.
Sementara itu, kata Khrisfison, biaya pembangunan fisik gedung BDK Aceh ini berasal dari DIPABDK Aceh untuk tahun 2015. Dan tahapan ini adalah tahapan awal agenda pembangunan fisik BDK Aceh dari lima tahapan penganggaran yang direncanakan.
“Kita berharap perecanaan ini benar-benar matang dan dengan melibatkan pihak-pihak yang profesional sehingga bisa menjadikan BDK Aceh sebagai model BDK se-Indonesia. Baik model dalam pembangunan fisik, Sumber Daya Manusia, adminstrasi,” ujarnya.
Apalagi, katanya lagi, Aceh sedang berjuang menerapkan syari’at Islam secara Kaffah yang perjuangan ini juga membutuhkan kontribusi dan peran serta dari BDK Aceh.
“Dalam hal ini, BDK Aceh bisa berperan dalam penerapan syari’at islam di Aceh dengan cara membangun SDM pegawai di Lingkungan Kementerian Agama, UIN, IAIN dan STAIN yang kemudian kita harapkan agar alumni Diklat ini nantinya akan mampu berperan serta secara maksimal dalam mensukseskan penerapan Syari’at Islam di Aceh dalam berbagai tatanan kehidupan,” ujar Khrisfison.
Sementara itu, Kepala BDK Aceh, Drs.H.Zulhelmi A. Rahman, M.Ag mengatakan, pihaknya sudah menyurati semua Kepala Kankemenag se-Aceh agar dapat memberikan kontribusi PNS terbaiknya untuk dapat diperbantukan di BDK Aceh.
“Kita berharap dengan adanya SDM yang baik, maka pengelolaan BKD Aceh akan lebih terarah dan mencapai hasil maksimal ke arah kemajuan. Oleh sebab itu, Kepala Kankemenag harus berjiwa besar memperbantukan pegawai terbainya untuk ditempatkan di BDK Aceh,” ujar Zulhelmi.
“Begitu juga Perguruan Tinggi Islam yang ada di Aceh seperti UIN, IAIN dan STAIN, sangat kita harapkan bantuan pemikiran dan jasa tenaga pengajar,” ujarnya menambahkan. [yyy]
[foto: kepala bdk aceh dan istri, foto: inmas]