Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie terus mematangkan persiapan menghadapi Ajang Prestasi Robotik, Sains, Olahraga, dan Seni (APRESIASI) Madrasah Tahun 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula PLHUT Kantor Kemenhaj Pidie, Selasa, 1 September 2026.
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah di Kabupaten Pidie sebagai langkah awal untuk memetakan dan mempersiapkan peserta didik terbaik yang akan mewakili Kabupaten Pidie pada ajang APRESIASI Madrasah Tahun 2026. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 di Kota Banda Aceh.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie, Saifuddin, mengatakan bahwa Kemenag Pidie berkomitmen untuk berpartisipasi secara penuh dengan mengirimkan peserta pada seluruh cabang yang diperlombakan.
“Pada ajang APRESIASI Madrasah tahun ini, Kemenag Pidie akan berpartisipasi penuh dengan mengirimkan peserta pada seluruh cabang perlombaan, baik untuk tingkat RA, MI, MTs, maupun MA,” ujar Saifuddin.
Ia menjelaskan, cabang yang diperlombakan dalam APRESIASI Madrasah 2026 mencakup Coding dan Robotik, Olahraga, Seni, serta GTK Presa.
Menurut Saifuddin, Kabupaten Pidie memiliki potensi besar untuk meraih prestasi pada ajang tersebut. Hal ini didukung oleh banyaknya peserta didik madrasah yang memiliki kemampuan dan bakat di berbagai bidang.
“Kita cukup yakin siswa-siswi madrasah di Kabupaten Pidie mampu memperoleh prestasi yang membanggakan. Potensi anak-anak kita sangat besar dan perlu kita persiapkan serta fasilitasi dengan baik,” katanya.
Keyakinan tersebut juga diperkuat dengan rekam jejak prestasi madrasah di Kabupaten Pidie pada berbagai ajang bergengsi. Salah satunya adalah prestasi siswa-siswi MAN 1 Pidie dalam ajang World Robotic Competition Center (WRCC) yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.
“Prestasi yang telah diraih siswa-siswi MAN 1 Pidie pada ajang robotik internasional menjadi salah satu bukti bahwa madrasah di Pidie memiliki talenta yang mampu bersaing, bahkan di tingkat internasional. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk mempersiapkan peserta APRESIASI Madrasah dengan sebaik mungkin,” lanjutnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Kemenag Pidie mendorong seluruh madrasah untuk melakukan seleksi secara objektif dan mempersiapkan peserta secara maksimal, termasuk melalui pembinaan dan pendampingan intensif sebelum pelaksanaan kompetisi.
Kemenag Pidie berharap keikutsertaan pada APRESIASI Madrasah 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk menggali, mengembangkan, dan mengapresiasi potensi peserta didik madrasah di Kabupaten Pidie.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh pihak, Kemenag Pidie optimistis kontingen Kabupaten Pidie mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi pada APRESIASI Madrasah Tahun 2026.







