Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar melepas 33 siswa dari 16 madrasah yang berhasil meraih prestasi pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Aceh Barat untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Aceh.
Pelepasan kontingen dilaksanakan di halaman Kantor Kemenag Aceh Barat, Rabu, 30 September 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala madrasah, guru dan pembimbing OMI, orang tua, serta para siswa yang mewakili Aceh Barat.
Selain pelepasan, Kemenag Aceh Barat juga memberikan uang pembinaan kepada para siswa. Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi peserta untuk mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
Khairul Azhar menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian para peserta yang telah berhasil menunjukkan kemampuan terbaik pada OMI tingkat kabupaten.
Menurutnya, keberhasilan 33 siswa dari 16 madrasah melaju ke tingkat provinsi merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara bersama oleh siswa, guru, madrasah, orang tua, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi peserta didik.
Ia mengingatkan para siswa agar berjuang sepenuh hati dan percaya diri di perlombaan tingkat provinsi, karena tidak hanya mewakili diri sendiri dan madrasahnya masing-masing.
“Pergilah dengan percaya diri, rendah hati dan penuh doa. Kalian bukan hanya membawa nama pribadi dan madrasah, tetapi juga membawa nama Kementerian Agama dan Kabupaten Aceh Barat,” ujar Khairul Azhar.
Ia berpesan agar para peserta tidak menjadikan medali sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan dalam mengikuti OMI. Menurutnya, pengalaman berkompetisi juga menjadi bagian penting dalam membangun keberanian, kedisiplinan, karakter, dan semangat belajar peserta didik.
“OMI bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan medali. OMI adalah tentang keberanian untuk tampil, kesungguhan untuk berjuang, dan pengalaman untuk menjadi lebih baik. Jangan takut kalah, tetapi takutlah jika tidak memberikan yang terbaik,” pesannya.
Khairul Azhar juga mengingatkan para peserta untuk tetap menjaga identitas sebagai siswa madrasah dengan menjunjung tinggi akhlak, adab, sportivitas dan kekompakan selama mengikuti kompetisi.
“Kalian adalah anak-anak madrasah. Tunjukkan bahwa anak madrasah bisa berilmu, berprestasi, berakhlak dan berdaya saing. Jaga nama baik Aceh Barat, jaga adab, disiplin, kekompakan dan sportivitas,” tegasnya.
Kepada para guru pembimbing dan orang tua, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang telah diberikan selama proses pembinaan hingga para siswa berhasil mencapai tingkat provinsi.
“Prestasi anak-anak ini tidak lahir tiba-tiba. Di belakang mereka ada guru yang membimbing, orang tua yang mendoakan, dan madrasah yang memberikan ruang untuk berkembang,” ungkapnya.[]











