Profil Kakanwil
Selamat datang di halaman Profil Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh. Halaman ini menyajikan informasi mengenai latar belakang, perjalanan karier, serta visi dan komitmen Kakanwil dalam memimpin Kementerian Agama di Bumi Serambi Mekkah.
Profil Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Drs. H. Azhari, M.Si
Drs. H. Azhari, M.Si, lahir di Idi Cut, Aceh Timur, pada 6 Januari 1968. Latar belakang pendidikannya dimulai dari sekolah dasar hingga menengah di Aceh Timur, sebelum melanjutkan studi di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Sejak awal, Azhari memiliki tekad untuk mengabdi kepada masyarakat melalui jalur pendidikan dan agama.
Kariernya dimulai pada 1999 sebagai guru mata pelajaran Fiqh di MAN 1 Kota Sabang. Dedikasi dan integritasnya membuatnya dipercaya menduduki berbagai posisi penting di lingkungan Kementerian Agama Kota Sabang, di antaranya Kepala Seksi Penamas (2007–2009), Kasi Mapenda (2009–2013), Kasi Pendidikan Agama Islam (2013–2015), dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (2015–2017). Pada tingkat provinsi, Azhari kemudian diamanahkan sebagai Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh (2017–2022) dan Kepala Bidang Urusan Agama Islam (2022–2023).
Puncak perjalanan kariernya adalah ketika Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, melantiknya sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh pada 9 Mei 2023 di Jakarta. Penunjukan ini melalui seleksi terbuka yang diikuti oleh 18 kandidat, menjadikannya sebagai figur yang terpilih berkat rekam jejak panjang, profesionalisme, serta kontribusinya dalam pengembangan layanan keagamaan di Aceh.
Sebagai Kakanwil, Azhari dikenal sebagai pemimpin yang visioner, santun, dan berintegritas tinggi. Ia berkomitmen membawa Kemenag Aceh menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Salah satu gagasan inovatifnya yang menonjol adalah pengembangan program wakaf produktif, yang berhasil menjadi role model di tingkat nasional. Program ini tidak hanya mendorong optimalisasi aset wakaf, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan yang produktif dan berkelanjutan.
Selain kiprahnya di pemerintahan, Azhari juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai pengurus Nahdlatul Ulama (NU), Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Aceh, dan Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Aceh. Pengalamannya dalam organisasi kepemudaan dan dakwah, seperti Ketua GP Ansor Sabang (2000–2008), Ketua I Komisi Dakwah MPU Sabang (2002–2007), Wakil Ketua KNPI Sabang (2003–2006), hingga Ketua Bidang Pemberdayaan Harta Agama Baitul Mal Sabang (2007–2012), memperlihatkan kepeduliannya yang besar terhadap pembinaan generasi muda dan pemberdayaan umat.
Ayah dari tiga anak ini selalu menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan dedikasi penuh dan niat tulus untuk kemaslahatan umat. Ia meyakini bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kebijakan yang dikeluarkan, tetapi juga dari ketulusan dalam melayani masyarakat. Dengan semangat tersebut, Azhari terus berupaya menjadikan Kementerian Agama Aceh sebagai institusi yang hadir memberikan solusi dan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.