Sampaikan Khutbah Jumat, Kakankemenag Aceh Timur Singgung Tentang Game Online

Inmas Aceh 26-09-2020 09:34

(aceh.kemenag.go.id/Inmas Aceh)

Idi (Irfan)--- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur H.Salman S.Pd,M.Ag  menjadi khatib shalat  Jumat di Masjid Baitur Rahmi, Gampong Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan, Jumat (25/09/2020). 

Mengawali khutbah, ia berpesan kepada seluruh jamaah, terutama kepada diri  khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan  kepada Allah SWT. 

Dalam kesempatan khutbah kali ini,  H Salman menyampaikan tema tentang “Hakikat Hidup di Dunia”.

Dalam khutbahnya ia menyampaikan, khidupan manusia itu selalu berubah-ubah. Roda kehidupan selalu berputar, terkadang manusia menjumpai kemudahan dalam segala bidang, dan pada lain waktu menemukan kesulitan hidup. 

"Di satu saat kita bisa bersedih, di saat lain kita bisa tiba-tiba menjadi gembira. Semua dinamika ini dinamakan sebagai ujian dari Allah SWT agar iman kita bisa menjadi tebal, kedekatan kita kepada Allah akan selalu bertambah," ujarnya.

Lebih lanjut H Salman meyampaikan, hakikat kesenangan hidup di dunia ini hanya sebentar saja. Hidup yang sebenarnya adalah di akhirat bersifat abadi selama-lamanya. 

"Namun kenyataannya banyak manusia di muka bumi ini lebih mementingkan kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat nanti," katanya.

"Lihatlah manusia untuk urusan dunia rela melakukan apa saja, bahkan demi medapatkan apa yang diinginkan, tidak peduli cara apapun ditempuh baik halal atau haram," ujarnya lagi.

Ia menyampaikan, ada juga orang bekerja sampai larut malam tidak memperhatikan istirahat, bahkan meninggalkan kewajiban shalat lima waktu

"Bahkan seruan panggilan shalat pun tidak didengar, sungguh ini adalah perbuatan zalim dan melampaui batas sampai-sampai meninggalkan tugas pokoknya yaitu beribadah kepada Allah SWT," kata Salman.

Dalam khutbah ini Salman juga menyampaikan agar  senantiasa menjaga si buah hati agar jangan lalai dalam mendidik anak dan mencegah kebiasaan bermain game online bagi anak.

"Jangan remehkan yang tampaknya sepele. Bermula dari yang kecil, dapat berkembang menjadi besar dan menakutkan. Bermula dari permainan game elektronik yang ada di HP, jika dibiarkan, dapat menjadi kecanduan game online beserta segala dampak buruknya, batasi penggunaan HP kepada sang anak," seru Salman.

Salman menambahkan, ada sejumlah dampak yang ditimbulkan di antaranya, ada dampak terkait dengan jenis game yang dimainkan, ada yang terkait dengan kegiatan bermain game itu sendiri. Berawal dari game online, seseorang dapat menjadi obsesif, agresif, tertantang berjudi, atau penyakit mental lainnya.

"Kecanduan sendiri bertingkat-tingkat, tetapi semuanya membawa madharat dan menyingkirkan maslahat. Pada tingkat paling ringan, anak (bahkan orang dewasa) akan banyak membuang waktu yang bermanfaat untuk memburu keasyikan dan menuruti fantasi. Pada tingkat yang lebih berat, maka anak akan berubah 180 derajat," ujarnya.

Dalam keadaan seperti itu, orang tua tidak akan dihargai lagi apalagi beribadah kepada Allah.

"Saya perlu sampaikan ini karena belakangan kasus kecanduan game online semakin merebak dimana-mana. Tak sedikit yang justru menimpa keluarga orang-orang yang memiliki perhatian besar terhadap agama," ujar Salman.

Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota
CONNECT & FOLLOW