Samhudi, Admin Siskohat yang Jadi Kabid Haji dan Umrah

Peny Haji Umrah 17-07-2018 18:12

Banda Aceh (Yakub Yahya)---Awal Juli ini, dua pekan lalu, saat saya serahkan undangan pelantikan, sekaligus SK Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Aceh pada H Samhudi SSi, ia masih diamanahkan Kasubbag Organisasi Tata Laksana dan Kepegawaian (Ortapeg). Lantas Pak Sam (sapaan rekan dan kawan pada Samhudi), memberi tanda kolom, pada 'dua nama' dalam SK.

'Dua nama' yang ditandai, dalam lampiran SK itu, mungkin dengan nada bercanda, pertama nama: Samhudi (selaku Sekretaris PPIH), dan ini namanya sendiri. Dan nama yang dikolomkan kedua: Hanif (selaku Wakil Ketua I). 

Dalam SK PPIH Nomor 248 Tahun 2018, yang ditandatangani Dirjen PHU Prof Dr H Nizar Ali MAg, selain dr Hanif dan H Samhudi SSi antara lain, ada nama Drs HM Daud Pakeh (Kakanwil Kemenag Aceh) sebagai Ketua, Zahrol Fajri SAg MH (Karo Keistimewaan dan Kesejahteraan Setda Aceh) sebagai Wakil Ketua II, dan H Saifuddin SE (Kabag TU Kanwil) sebagai Wakil Ketua III.

Di bawah Sekretaris PPIH (Samhudi), ada jajaran Wakil Sekretaris I (Drs H Mukzi Abdullah, Kasi Pembimbingan Haji dan Umrah Bidang PHU), dan Wakil Sekretaris II (H Azhar SAg MA, Kasi Akomodasi, Transportasi, dan Perlengkapan Jamaah Bidang PHU). 

Struktur PPIH Embarkasi/Debarkasi Aceh 1439 H/2018, dibantu bidang-bidang, dari dokumen, penerimaan, pembimbingan, perhubungan, akomodasi, bea cukai, imigrasi, kesehatan, penerbangan, dan keamanan asrama dan bandara.

Saat dua nama dikolomkannya tadi, dibisikkannya pada saya, "Anda tahu Pak Yakub, dua nama ini, di kampung dulu, sama-sama satu SD," jelas Samhudi, pria berambut keriting itu, sambil tertawa lebar.

Senyuman khas Pak Sam, kelahiran Meureudu 20 Maret 1972  itu, bisa saya artikan, bahwa meski pada era 1980-an dulu, mereka (Hanif dan Samhudi) sama-sama satu sekolah dasar di Meureudu (dulu Pidie, kini masuk Pidie Jaya). Namun, kini yang satu (Pak Hanif) sudah menjadi Kadis Kesehatan (Kadinkes) Aceh, sedangkan yang satu lagi (Pak Sam) sebagai Kasubbag di Bagian Tata Laksana Kanwil Kemenag Aceh. Namun beberapa tahun terakhir, misalnya sering berjumpa secara formal saban musim haji.

Jika Pak Sam (asal Teupin Peuraho Beuracan Meureudu) itu, lama mengabdi di asrama haji (di Kanwil Kemenag Aceh), maka Pak Hanif (asal Gampong Beunot Beuriweueh Meureudu) itu, lama mengabdi di Simeulue, di RSU Sinabang itu, sebelum jadi Kadinkes Aceh.

Selanjutnya, dua pekan setelah pelantikan PPIH 1439 H/2018, di Asrama Haji Aceh (Rabu, 4 Juli) lalu, selepas apel Senin (16/7) kemarin, Pak Sam (ayah lima putri dan dua putra) ini, dipromosi dan dilantik sebagai Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil.

Bersama Kabid PHU Samhudi, dalam pelantikan pada pagi 3 Dzulqa'idah itu, ada juga dua eselon III dan lima eselon IV lainnya.

Mereka adalah H Abrar Zym SAg (Kakankemenag Aceh Besar, sebelumnya Kabid PHU Kanwil) dan Drs H Salahuddin MPd (Kakankemenag Kota Langsa, sebelumnya Kakankemenag Aceh Besar).

Serta Agus Suryadi SAg (Kasi Pendis Kemenag Abdya, sebelumnya Guru Madya/Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Abdya), Drs Radhiuddin Alamsyah (Kasi PAI Kemenag Aceh besar, sebelumnya Kasi PAI Kemenag Kota Banda Aceh), Drs Aiyub MA (Kasi PAI Kemenag Kota Banda Aceh, sebelumnya Kasi Pendis Kemenag Kota Banda Aceh), H Juniazi SAg MPd (Kasi Bimas Islam Kankemenag Kota Banda Aceh, sebelumnya Kasi PAI Kemenag Aceh Besar), Mulizar SPd MPd (Kasi Penmad Kemenag Kota Banda Aceh, sebelumnya Kasi Pendis Kemenag Abdya).

Kini Bidang PHU, di lantai III, dikomandoi Pak Sam. Pada awal-awal mengabdi di bidang haji, sekitar Maret 2000, Samhudi lebih khusus pada operator/admin Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), yang sebagian pekerjaan siang dan malam di asrama haji. Saat itu baru saja Aceh mendapat embarkasi haji, berkat otonomi sejak era Presiden BJ Habibie. Dan dilanjutkan masa Pemerintahan Gus Dur dan Pemerintahan Megawati. 

"Saat saya di admin Siskohat, malam-malam selesaikan paspor jamaah, siangnya ikut prajabatan. Prajab selama tiga pekan saya saat itu, lebih awal dari jadwal seharusnya, di Banda Aceh. Sebab saat itu ramai sekali PNS yang diangkat, semasa Habibie, maka prajabnya bisa di Banda Aceh, dan saya diikutkan dengan angkatan yang lebih awal," kenang Samhudi, suami Nurul Waflah, putri Lamlo, Kec Sakti, Kab Pidie itu.

"Pada awal-awal daerah Aceh menjadi embarkasi haji, penyeleksian petugas haji pun serentak secara nasional. Dan saya masuk salah satu yang lulus dan diberangkatkan menjadi petugas, formasi layanan Siskohat," sambungnya, di sela-sela takziah (dan doa bersama untuk almarhum Ummi Kultsum), ibunda Kasi Pembinaan Haji dan Umrah, Drs H Mukzi Abdullah, di kawasan Lamseupeung Lueng Bata, Selasa (17/7) pagi tadi. 

Sebelumnya, jajaran Kanwil ikuti upacara tujuh belasan, Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kanwil. "Ke depan masih ada even besar yang meski kita dukung bersama. Kita akan laksanakan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji. Haji ini juga cita Kementerian Agama. Sedikit saja ada kekeliruan, maka akan mendunia beritanya," ingat Pak Sam, alumnus FMIPA Institut Teknologi Sepuluh November  (ITS) 1998 itu, saat pembina apel hari ini, Selasa (17/7), hari kedua dalam jabatannya selaku Kabid PHU. 

Sebelum kuliah ke Kota Surabaya, Pak Sam (anak kelima dari 11 bersaudara) ini, antara lain habiskan masa remajanya di SMP dan SMA di Meureudu. Saat pendidikan, Pak Sam kami saksikan rajin membatu gembalakan ternak, dan ke sawah, rajin mengabdi pada Ayah-Bunda (Tgk H Puteh Ibrahim dan Hj Nuraini Juned), dan saudara-saudarinya.

Sosok dan kiprah saudara Pak Sam, diakui warga dan teman-teman, memang di atas rata-rata, relatif brilian. Pak Sam misalnya, jika bicara dalam tupoksinya, seakan paham betul masalah, dan solutif. Misal saat di Subbag Ortala, saat kupas Rencana Strategis (Renstra), Program Kerja, dan turunannya, seakan mendalam sekali. Juga di saat yang lain singgung soal Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang merupakan integrasi dengan Renstra, pada jajarannya.

Bahsan selain SAKIP, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagai produk akhir SAKIP, yang  mesti disinergiskan dengan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) pun paham betul. Lalu dikaitkan dengan Indikartor Kinerja Utama (IKU).

Kebriliannya dan keluarga besarnya ini, antara lain karena didikan keluarga, keteladanan, dan lingkungan.

Bundanya, antara lain, yang saya kenal saat kami masih di kampung (juga saat kami habiskan malam-malam di dayah di Simpang Beuracan bersama) itu, ialah seorang Bu Guru yang ulet dan tegar. Bu Nuraini, mendayung sepeda, di atas jalan berbatu, guna mengajar di MIN Lampoh Soh, Gampong Rambong Beuracan, sekitar 4 km dari kediamannya, Teupin Peuraho, dekat Rhing Krueng itu. Ayahandanya juga mendayuhkan sepeda, misalnya bolak dan balik dari/ke tempat pengabdiannya, di Sekcam (Kantor Camat) Meureudu. Jika Jumat, bersama jamaah, shalat di Masjid Beuracan.

Malam-malam bersama santri dayah Darul Falah Masjid Tgk Chik Di Pucok Krueng Beuracan, kami punya kesan tersendiri, misalnya saat mengulang Kitab Arab Matan At-Taqrib itu. Rekan kami dan Pak Sam, antara lain, H Fadhli Cut Ali SAg, Kakankemenag Pidie, Ruslan SAg MA, Kasubbag TU Kankemenag Kota Lhokseumawe, dan T Abdul Jabbar, Kepala KUA di kota gas juga.

Masjid kayu tua peninggalan Sultan Iskandar Muda dan masjid baru putih di sekitar Km 160 di sisi utara Jalan Banda Aceh-Medan ini, sedang tahapan pembangunan, setelah retak parah diayun gempa awal dua tahun lalu.

Di antara guru yang akrab mengajar kami, di 'masjid kembar' ada Tgk Ismail/bilal masjid, Tgk Anwar Kiran, dan Tgk Nurdin Jeunieb (almarhum). Juga ada Tgk Umar Sabang (almarhum). 

"Moga kita menjadi orang yang bisa dan pandai mensyukuri nikmat dan rahmat Allah," tutup Pak Sam, yang sesudah lama sebagai admin Siskohat, juga pernah diamanahkan sebagai Kasi Sarana dan Prasana Haji, Kasi Penyuluhan Jamaah Bidang Haji Zakat dan Wakaf (Hazawa), semasa Kabidnya Drs H Zainuddin Saman (almarhum), Kabidnya Drs Azhari Murthadha (almarhum), Kabidnya Drs H Anwar Hasan (almarhum), Kabidnya Drs Barmi (almarhum), Kabid Drs H Asy'ari, dan Kabid Drs HM Daud Pakeh.

Di antara pesan Kakanwil, yang juga mantan Kabid Haji (Drs HM Daud Pakeh) saat pelantikan kemarin di aula, ialah agar Pak Sam bisa membantu haji. "Di kepala Pak Sam ada haji, sebab sebelumnya dia lama di haji, meskipun tidak kenakan peci haji," ajak Kakanwil, usai nama pejabat yang dilantik dibacakan. Dan saat nama Pak Sam dibacakan, tepuk tangan pun meriah.

Akhirnya, Kakanwil sebutkan saat pelantikan, "Sebagaimana disampaikan H Abrar Zym, dalam apel Senin di halaman Kanwil, sebelum pelantikan di aula Kanwil, bahwa rotasi dan mutasi itu biasa dan lumrah."[]

Kategori Penyelenggaraan Haji & Umrah