Tamiang (Inmas)---Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais & Binsyar) Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Hamdan MA bersilaturrahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren Sulaimaniyah Turki di Alur Manis, Kecamatan Rantau Aceh Tamiang, Kamis (22/11) malam.
Kunjungan Kabid tersebut sekaligus menggantikan agenda Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh yang tidak bisa berhadir di lokasi karena mendapat undangan secara tiba-tiba untuk menghadiri rapat dengar pendapat Komisi VIII DPR RI di Jakarta.
Kehadiran Kabid Urais & Binsyar didampingi Kakankemenag, Asisten II dan Kadis Pendidikan Dayah Tamiang tersebut disambut Ketua Sulaimaniyah Sumatera, H Tajudin beserta dewan guru.
"Alhamdulillah, selamat datang Bapak-Bapak di pesantren ini, kami terbuka untuk semua, karena pesantren ini untuk umat," ucap Tajudin memuliakan tamu dengan bahasa indonesia yang fasih.
Setiba di lokasi, terlebih dahulu rombongan makan malam bersama yang telah dihidangkan di salah satu ruang pesantren.
Pada pertemuan itu, Kabid dan pimpinan Sulaimaniyah membahas tentang perkembangan dan kemajuan pesantren di Aceh dewasa ini.
"Pemerintah melalui Kemenag, dan khususnya di Aceh yang ada Dinas Pendidikan Dayah terus membangun sinkronisasi untuk mewujudkan pesantren yang lebih baik," ucap Hamdan.
Hamdan menyebutkan bahwa di pesantren juga telah diakui Ma'had Aly yang ijazahnya diakui setara dengan universitas. "Alhamdulillah di Aceh terdapat tiga Ma'haz Aly, yaitu Darul Munawwarah Kuta Krueng, Ma'haz Mudi Mesra Samalanga dan Ma'haz Malikussaleh Panton Labu," sebut Hamdan.
Ketua Sulaimaniyah Sumatera, H Tajudin mengatakan bahwa di Aceh terdapat 7 pesantren Sulaimaniyah dengan jumlah santri 400 orang lebih.
"Pesantren kita fokus tahfiz, sudah ada di Indonesia sejak tahun 2006 dan sekarang terdapat 49 cabang se Indonesia, pusatnya di Istanbul Turki," ucap Tajudin.
Alhamdulillah di tamiang mendukung oleh Bupati, dan kita juga kerjasama dengan Huda, tambahnya.
Setelah pertemuan tersebut, rombongan juga meninjau langsung proses belajar dan tempat mondok santri.
Menariknya semua jalan menuju tiap ruangan dialaskan dengan karpet merah, ruangan tertata sangat rapi dan dipisah hanya untuk satu perlengkapan saja, seperti ruang tidur, ruang kamar mandi, ruang lemari, ruang jemur baju dan ruang makan.[]










