Kepala Kantor Kemenag Pidie yang diwakili Ust. Irwan bersama Team Penyuluh Agama Islam Pidie yang tergabung dalam PD IPARI Pidie melaksanakan kajian penyuluhan perdana pada Selasa Siang 18 Februari 2025 di Gampong Keramat Luar, Kota Sigli bagi kelompok binaan disabilitas yang tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Disabilitas Pidie (IPDP), Perkumpulan tersebut terdiri dari penyandang disabilitas daksa, netra, wicara, rungu wicara, dan cerebral palsy.
Penyuluhan perdana tersebut dihadiri oleh puluhan jamaah dari penyandang disabilitas serta pendamping. Kegiatan perdana tersebut merupakan tindaklanjut dari kunjungan perwakilan IPDP ke Kantor Kemenag Pidie pada 14 Februari 2025 lalu yang menyampaikan aspirasi pemenuhan hak hak disabilitas di bidang keagamaan berupa layanan pembinaan keagamaan, rumah ibadah (mesjid, meunasah) yang ramah disabilitas serta pendidikan inklusif di jajaran satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama.
Kepala Kantor Kemenag Pidie dalam sambutannya yang disampaikan Penyelenggara Zakat & Wakaf, Ust. Irwan menyampaikan bahwa pihak Kementerian Agama Kab. Pidie menyambut baik aspirasi dari IPDP terkait pemenuhan hak hak disabilitas di Kab. Pidie, " Kami lansung berkoordinasi dengan PD IPARI Pidie untuk aspirasi pemenuhan layanan penyuluhan agama secara rutin, dan kehadiran rekan Penyuluh Agama Pidie hari ini bisa berjalan lancar untuk pembinaan sesuai jadwal nantinya" ucap Ust. Irwan.
Ketua IPDP, Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan layar belakang lahirnya IPDP serta tujuan organisasi ini lahir. "Tujuan kami mendirikan IPDP agar kami, para penyandang disabilitas, bisa memperjuangkan hak-hak kami. Semenjak UU Nomor 6 tentang Penyandang Disabilitas diterbitkan pada 2016, masyarakat disabilitas memiliki hak-hak yang sama dengan masyarakat non-disabilitas. Tanpa wadah, mensosialisasikan hak-hak para penyandang disabilitas pada penyandang disabilitas itu sendiri akan sulit, apalagi mensosialisasikan hal itu pada masyarakat non-disabilitas" Begitu dijelaskan Bang Sulaiman.
Penyuluhan perdana disampaikan materi membangun semangat menjalani kehidupan di tengah keterbatasan serta tarhib Ramadhan oleh Tgk. Ahyar, M. Ag, C. Ps. Dalam paparannya Tgk. Ahyar menyemangati jamaah disabilitas untuk terus bergerak dan beramal kebajikan serta menyampaikan semangat Tgk. Mukhlisuddin sebagai Ketua IPARI Pidie dengan keadaan disabilitas post stroke dari tahun 2017 masih bisa berinovasi untuk kegiatan penyuluhan agama di Kab. Pidie. Di akhir kegiatan ditutup dengan penyerahan bingkisan untuk menyambut Ramadhan dan foto bersama.