[Linge | Mujib/Mahbub] Sebanyak 32 calon Penyuluh Agama Islam Honorer (PAIH) tahun 2015 atau biasa disebut dengan Penyuluh Agama Islam Non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Linge mengikuti uji bisa baca Al-Qur’an dan interview sekitar wawasan ke-Islaman di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Linge, Isaq pada hari Kamis, 5 Maret 2015.
Tim penguji atau tim seleksi PAIH dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Tengah dipimpin oleh Drs Salman (Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah) dengan anggotanya Amiruddin dan Tarlian,S,Pd.I dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Islam Kankemenag.
Dalam pengarahannya, Drs Salman menyampaikan bahwa para penyuluh agama hendaknya mempunyai bekal yang cukup mengenai kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sekaligus sumber penyuluhan. “Sangat aneh jika ada penyuluh agama Islam yang tidak bisa membaca Al-Qur’an, termasuk pengetahuan agama. Padahal Al-Qur’an adalah sumber utama penyuluhan,” ujar Salman.
Oleh karena itu, untuk seleksi PAIH tahun ini, prioritas kemampuan membaca Al-Qur’an dan memiliki bekal pengetahuan keagamaan sangat diutamakan menjadi seorang penyuluh Agama Islam. Kegiatan seleksi dipandu oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Linge, Mujiburrahman,STH.
Seusai pengarahan, satu persatu calon PAIH dari 28 Kampung dalam kecamatan Linge itupun diuji kemampuan membaca Al-Qur’an dan interview pengetahuan keagamaannya. Acara selesai menjelang shalat dhuhur. Selanjutnya tim balik ke Takengon untuk melanjutkan seleksi PAIH di KUA Kecamatan Pegasing.
Di Atu Lintang juga Sudah Seleksi PAIH
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Atu Lintang Anwar,STH melaporkan bahwa para calon PAIH di kecamatan tetangga Jagong Jeget itu juga sudah diseleksi dan diuji kemampuan membaca Al-Qur’an serta wawasan ke-Islamannya dengan Tim seleksi yang sama dari Kankemenag pada pertengahan bulan Februari yang lalu, tepatnya tanggal 18 Februari 2015.
Adapun materi tes rekrutmen calon Penyuluh Agama Non PNS yang diberikan oleh para Tim yang hadir dari Kamkemenag Aceh Tengah meliputi baca Al-Qur’an, pengetahuan agama, pengetahuan umum serta keterlibatan seorang penyuluh dalam kegiatan keagamaan baik di kampung maupun di Kecamatan. Dalam arahan para Tim penyeleksi sangat dititik beratkan pada keaktifan calon Penyuluh Agama Non PNS yang apabila terpilih nantinya dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan baik oleh Agama maupun Negara.Demikian Anwar Melaporkan. [yyy]













