[Meulaboh | Muhammad Yakub Yahya] Dua hari seusai membuka “Bimtek K13 untuk Guru PAI SMP”, di Hotel Daka Lampriet Banda Aceh, Sabtu malam (4/4) Kakanwil Kemenag Aceh lanjutkan perjalanan ke Bumi Teuku Umar, dan rencana Kemenag Aceh Jaya.
Saat rombongan di Calam Aceh Jaya, malam Ahad (4/4), rombongan balik ke Banda Aceh, karena ada hal penting dengan Kementerian. Jadi, tak jadi ke Aceh Barat...
Agenda Kakanwil di Meulaboh, menurut Kasi Penmad Kankemenag Aceh Barat Suharman MSi, selain menutup Pesta Siaga Latihan Kepramukaan, Kakanwil juga melantik Komunitas Kepramukaan di Aula Kankemenag Aceh Barat sembari gelar pembinaan juga, dan akhiri dengan pembinaan di Kankemenag Aceh Jaya.
Kakanwil akan sampaikan amanat yang mengapresiasi agenda GerakanPramukaKwartirCabangAceh Barat itu.
Acara rencana dihadiri Muspida dan Muspida Plus Kab. Aceh Barat, Kakankemenag Kab. Aceh Barat dan jajarannya, Kepala SKPK Kab. Aceh Barat dan jajarannya, Majelis Pembimbing, Pembina, Ketua, Tim Pembina Gugus Depan; Serta Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, Racana Pandega, Dewan Kehormatan Gudep, dan jajaran Gerakan Kepramukaan di Kab. Aceh Barat, Dewan Guru, Siswa Peserta Acara, dan para Undangan.
Menurut Kakanwil, Kementerian Agama Provinsi Aceh banyak adakan musyawarah, sosialisasi, dan workshop, serta pelatihan. Kementerian Agama juga terus kembangkan Program Intrakurikuler dan Program Kokurikuler.
Program Intrakurikuler bertujuan untuk membentuk prilaku dan mengembangkan kemampuan dasar melalui bidang pengembangan Agama, Sosial, Bahasa, Kognitif, dan Seni.
Sedangkan Program Kokurikuler adalah upaya penunjang dan pengayaan intrakurikuler yang mengarah kepada pengembangan keterampilan. Kepramukaan salah satu elemen ekstrakurikuler ini.
Tiga hari lalu, jelasnya, kami baru saja adakan Pembinaan di Kemenag Pidie, Kemenag Pijay, dan Kemenag Bireuen. Nanti kami juga akan susul ke Kemenag Aceh Barat dan Kemenag Aceh Jaya. Biasa unsur dari pendidik dan pengajar (guru), termasuk yang paling ramai ikut Pembinaan kita.
Dan setelah Pembinaan tiga hari lalu, kami membuka Bimtek Kurikulum 13 untuk Guru PAISMP Angkatan I sampai XV. Menyangkut Kurikulum 2013 dikaitkan dengan model pelaksanaan Kepramukaan kita, ini memang salah satu model pelaksanaan ekstrakurikuler yang jadi tuntutan.
Model Kepramukaan ini mejadi wajib dalam Kurikulum 2013. Seiring dengan diberlakukannya Kurikulum 2013, Kepramukaan (latihan pramuka) ditetapkan menjadi ekstrakurikuler wajib di tingkat MI/SD, MTs/SMP, serta MA/SMA/SMK. Sebagai ekstrakurikuler wajib, Kepramukaan harus diikuti oleh seluruh peserta didik dalam sekolah tersebut.
Karenanya, pelaksanaan Kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib dalam kurikulum 2013 diorganisasikan dalam model-model tertentu.
Penetapan Kepramukaan sebagai ekstrakulrikuler wajib di tingkat Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Dalam Permen ini salah satunya mengatur tentang pengorganisasian model pelaksanaan ekstrakurikuler kepramukaan pada kurikulum 2014.Adapun ekstrakurikuler wajib kepramukaan dilaksanakan dengan menggunakan tiga model yaitu Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.
Model Blok adalah pola kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan yang diselenggarakan setahun sekali, yakni pada awal tahun ajaran baru. Bersifat wajib, setahun sekali, berlaku bagi seluruh peserta didik, terjadwal, dan diberikan penilaian umum.
Karakteristik pelaksanaan model blok antara lain: Bagi siswa kelas I (MI/SD), kelas VII (MTs/SMP) dan kelas X (MA/SMA/SMK) pelaksanaannya diintegrasikan di dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS); Alokasi waktu pelaksanaan sistem blok untuk peserta didik SD adalah selama 18 jam.
Sedangkan siswa MTs dan MA dilaksanakan selama 36 Jam; Sebagai penanggung jawab kegiatan model blok adalah Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus); Sedangkan Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran (selaku Pembina Pramuka) dan Pembina Pramuka serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina.
Model Aktualisasi adalah pola kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang dipelajari di dalam kelas yang dilaksanakan dalam kegiatan Kepramukaan. Bersifat wajib, rutin, terjadwal, berlaku untuk seluruh peserta didik dalam setiap kelas, terjadwal, dan diberikan penilaian formal.
Karakteristik pelaksanaan model aktualisasi antara lain: Kegiatan ini dilaksanakan setiap satu minggu satu kali; Satu kali kegiatan model aktualisasi dilaksanakan selama 120 menit; Kegiatan Aktualisasi diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Latihan Ekstrakurikuler Pramuka pada Gugusdepan; Kegiatan diorganisasikan oleh Pembina Pramuka.
Model Reguler adalah kegiatan sukarela berbasis minat peserta didik yang dilaksanakan di Gugusdepan.
Karakteristik pelaksanaan model reguler antara lain: Diikuti oleh siswa yang berminat mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka; Pelaksanaan kegiatan sepenuhnya dikelola dan diatur oleh Gugusdepan Pramuka pada satuan pendidikan.
Itulah tiga model pelaksanaan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib dalam kurikulum 2013 yang meliputi Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler. Di mana pada dua model pertama (Model Blok dan Model Aktualisasi) menjadi kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik dan dikelola oleh sekolah.
Sedangkan pada model ketiga (Model Reguler) merupakan kegiatan sukarela yang pelaksanaannya dikelola dan diatur sepenuhnya oleh Gugusdepan Pramuka.
Begitu pula dengan kurikulum 2013, ini terus dievaluasi dan akan terus direvisi, dengan penekanan pada Kurikulm Tingkat Satuan Pendidikan Berbasis Keimanan, Ketaqwaan dan Akhlak Mulia.
Juga pengembangan wawasan PAIrahmatan lil ’alamin; Pengembangan wawasan apresiasi multikultural dan kearifikan lokal; Peningkatan mutu proses pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, efisien, dan efektif berbasis ICT (Information and Communication Technology).
Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah sangat penting diajarkan dalam rangka mempersiapkan manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT, dan berakhlak mulia. Serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial.
Lanjutnya, dengan Kwartir Daerah Aceh yang memiliki 23 Kwartir Cabang, Aceh Barat merupakan cabang yang menetukan di Pantai Barat Selatan. Bersama darah lain di Aceh, Gerakan Pramuka, dan Kepramukaan mencoba menjadi media komunikasi dan pembelajaran Kepramukaan antar sesama Pramuka di Indonesia.
Harapannya, semoga acara Kepramukaan dan acara setelah ini, yakni Pengukuhan Satuan Komunitas Kepramukaan di Aula Kankemenag Aceh Barat nanti, mendapat lindungan dan ridha Allah SWT.
Melihat antusiasme pemerintah, panitia, peserta acara ini, kami mendukung wacana Perkemahan Pantai Barat Selatan nantinya sebagaimana yang didukung Wakil Bupati di sini.
Jika wacana Perkemahan Kopetensi Penggalang dan Penegak ini kita sepakati, kami harap jajaran di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Barat untuk dapat mempersiapkan diri.
Dan regu/sangganya dalam mengikuti kegiatan tersebut. Kepada seluruh DKR untuk dapat membantu Gugus Depanya, dengan misalnya Kursus Pengelelolaan Dewan Kerja Cabang (KPDKR)....
[Foto: Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh, Kakankemenag Pijay Drs H Iqbal Muhammad MAg dan jajarannya di lobi kantor Cot Trieng Meureudu, saat kunjungan ‘panjang’ ke Pidie (apel), Pijay (pembinaan dan maulid raya), dan Bireuen (maulid raya dan pembinaan), Kamis (2/4)]













