[Jambi | Teuku Zulkhairi] Provinsi Nangro Aceh Darussalam dan Jawa Tengah menjadi dua provinsi yang menyatakan diri siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) Tingkat Nasional ke-VI. Masing-masing kontingen menyatakan kesiapannya pada saresehan pengembangan kelembagaan yang berlangsung Jumat (5/9) sore.
Solihin, Kabid Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, saat ditemui usai saresehan mengatakan mereka sangat siap untuk menjadi tuan rumah.
“Insya Allah, sangat siap sekali. Kita sudah dapat dukungan dari Pak Gubernur,” katanya sebagaimana dikutip dari Tribun Jambi.Menurutnya, di MQK kali ini Jateng menargetkan menjadi juara umum setelah menyabet juara dua di MQK ke-IV.
“Maka kali ini kita siap menjadi juara umum untuk membuktikan kesiapan menjadi tuan rumah. Di Jambi kita belajar mempersiapkan apa saja yang harus kita siapkan, baik dari peserta, tempat maupun akomodasinya. Kita belajar dari pengalaman di Jambi ini,” paparnya.
Kesiapan menjadi tuan rumah juga diungkapkan Ketua Kontingen Nangroh Aceh Darussalam, Rusdi Hamzah. Keinginan kuat ini menurutnya atas permintaan para pimpinan pondok pesantran di Aceh serta Badan Pembinaan Pendidikan Daya (BPPD) Aceh.
“Di Aceh untuk pendidikan 70 persen itu pesantren, hampir semua pimpinan ponpes serta BPPD Aceh titip pesan agar niatan menjadi tuan rumah MQK di tahun berikutnya,” kata Rusdi.
Untuk menjadi tuan rumah MQK, Kementerian Agama mensyaratkan dua ketentuan yang harus dipenuhi daerah. Yakni dari sisi ponpes yang ada di provinsi tersebut.
“MQK ini khusus untuk Santri, jadi untuk penyelenggaraan harus dilihat dari kesiapan pesantren yang ada di sana. Sekurang-kurangnya, mampu memenuhi standar seperti di Jambi,” kata Ahmad Zayadi, Sekretaris Panitia MQK Kemenag RI.
Dikatakan Zayadi, Jambi menjadi best practice yang menjadi acuan untuk penyelenggara selanjutnya. “Saya kira Jambi sangat luar biasa, untuk tuan rumah ke depan standarnya Jambi,” pungkasnya. [yakub inmas/jambitribune] [foto: yakub]












