Pakai Uang Receh Nurkhalis Daftar Haji, setelah Dua Tahun lalu Istrinya juga telah Dapatkan Porsi

Inmas Aceh 10-05-2022 12:34

(aceh.kemenag.go.id/Inmas Aceh)

Idi (Irfan)--Suasana Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur kembali mendadak heboh, pagi Selasa, 10 Mei 2022.

Kehebohan dan keharuan pada pagi 9 Syawal 1443 Hijriah ini, seiring adanya seorang jemaah haji, Nurkhalis dan keluarganya.

Nurkhalis yang kenakan koko dan peci putih ini tiba, didampingi istrinya, Siti Maftuhah dan seorang anak semata wayangnya Tgk Ali Mamuti yang mendaftar haji menggunakan uang logam receh dan uang kertas pecahan seribuan dan dua ribuan dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga bawaannya ke kantor di Idi Rayek ini, kembali menjadi perhatian banyak orang.

Betapa tidak, sebelumnya pada  24 Agustus 2020 silam Siti Maftuhah didampingi suaminya (Nurkhalis) dan seorang anaknya mendaftarkan haji istri tercintanya pada Seksi Peyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kankemenag  Aceh Timur, juga menggunakan uang logam receh.

Untuk diketahui, Nurkhalis dan Maftuhah tercatat sebagai Warga Kampung Akoja Kecamatan Alue Ie Mirah, relatif jarak dari ibu kota. 

Dalam kesempatan tersebut Nurkhalis mengatakan kepada admin website Kemenag Aceh Timur, saat dijumpai di ruang Seksi PHU, bahwa dirinya sudah mulai 'nyelengi' uang untuk berhaji sejak 24 Agustus 2020 yang lalu. Saat pascadirinya mendaftarkan haji untuk istrinya lebih dahulu, pada tahun 2020 silam.

Saat awal-awal pandemi itu, juga didaftarkan haji istrinya, hasil penjualan somay bersama istrinya.

Selama menjual somay, kebiasaan 'nyelengi' uang koin atau logam ke dalam kertas plastik ukuran 1,5 kg tetap berlanjut.

Adapun uang logam yang disimpan di dalam kertas berwarna putih itu isinya seragam, yakni pecahan Rp 1.000.

Uang yang ditabung Nurkhalis bersama istrinya merupakan dari hasil yang didapat dari jualan somay ayam semata.

Kakankemenag Aceh Timur H Salman SPd MAg mengapresiasi yang dilakukan Siti Maftuhah dan suaminya Nurkhalis tersebut. Moga saja menyemangati warga dan kaum muda lain untuk bertekad naik haji dengan menabung.


Sementara itu Kasi PHU Drs H Muzakir MA bersama Staf PHU, menyaksikan Siti Maftuhah menyerahkan uang kepada petugas Bank Muamalat sekaligus diberikan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) kepada Nurkhalis.

H Muzakir yang pernah menjadi Petugas Kloter beberapa tahun silam, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Nurkhalis dan istrinya tersebut.

Sebutnya, jemaah ini bersama istrinya, ia bertekad untuk berhaji dengan menabung recehan dari hari ke hari sejak tahun 2020 lalu. Ia bersama istrinya, keseharian hanya pedagang siomay.


Muzakir mantan Kasi PHU Kankemenag Kota Banda Aceh ini, berharap, apa yang dilakukan Bapak Nurkhalis dan Ibu Maftuhah itu bisa menjadi inspirasi bagi warga lainnya  terutama, pada generasi muda.

"Dan ini merupakan sejarah yang tak terlupakan dari keluarga Bapak Nurkhalis dan Ibu Maftuhah, ada calon jemaah Embarkasi Haji Aceh (BTJ) yang mendaftar haji menggunakan uang receh," imbuhnya.

"Meski harus menunggu antrian 32 tahun di Aceh, Muzakir, mengharapkan agar Bapak Nurkhalis diberikan kesehatan sehingga dapat menunaikan ibadah haji nantinya," pungkas Muzakir.[yyy]



[Kakankemenag H Salman bersama jemaah Siti Maftuhah dan jajaran, setelah para petugas menghitung uang receh untuk pendaftaran haji Siti Maftuhah, Agustus 2020]
Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota
CONNECT & FOLLOW