Kanwil Kemenag Aceh Ikuti Virtual Gaspoll Early Warning System

Inmas Aceh 21-09-2020 10:31

(aceh.kemenag.go.id/Inmas Aceh)

Banda Aceh (Humas)---Dalam rangka optimalisasi program pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) pada Kementerian Agama, Inpektorat Jenderal Kemenag RI gelar zoom meeting, Senin, 21 September 2020.

Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg, di ruang rapat Kakanwil, hadir bersama para Kakanwil, dan peserta se Indonesia, dalam acara bertema Cegah, Lawan Kurupsi itu. Acara diakhiri dengan dialog juga secara virtual.

Awali zoom meeting, Inspektur Jenderal  Kemenag RI  Dr Deni Suardini SE AKT MM CFRA CA QIA, berpesan agar dalam melakukan pembangunan bidang agama, seluruh jajaran Kemenag secara aktif melibatkan seluruh pihak terutama masyarakat. 

“Pembangunan bidang agama yang dilaksanakan oleh Kemenag harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi akuntabilitas. Akuntabilitas dilaksanakan dengan menampilkan laporan keuangan yang baik. Laporan keuangan terdiri dari entitas laporan keuangan dan entitas akuntansi,” katanya. 

Irjen menambahkan, Badan Pemeriksa Keuangan RI sudah menaruh kepercayaan yang besar terhadap laporan keuangan Kemenag yang ditandai dengan capaian prediket Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Kemenag. Kepercayaan tersebut menurutnya harus diapresiasi dengan bekerja keras untuk mempertahankan prediket WTP ke depan. 

“Capaian SAKIP kita masih belum optimal dan harus kita tingkatkan. Angka penilaian LAKIP Kemenag terakhir mencapai 72.52 dan angka penilaian Reformasi Birokrasi Kemenag mencapai 75.05. Belum optimal, dan harus kita tingkatkan,” katanya. 

Irjen menjelaskan, Kemenag perlu melakukan upaya-upaya yang konkrit terutama dalam melakukan layanan kepada masyarakat. Layanan yang baik kepada masyarakat harus menuju kepada wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani. 

“Setidaknya ada lima nilai yang digunakan oleh Kemenag, antara lain iman dan taqwa, integritas, profesional, tanggung jawab, dan keteladanan. Kita hanya perlu meningkatkan peran dan tusi kita dalam upaya pencegahan korupsi. Karena pada dasarnya korupsi melanggar hak-hak rakyat,” pesannya. 

Lanjutnya, Kemenag melalui Itjen akan terus melakukan pencegahan korupsi dengan melakukan pencegahan dini dengan lebih massif. Karena menurutnya saat ini korupsi sudah dinggap sebagai hal yang biasa. 

Ada beberapa aspek yang menjadi penyebab korupsi, antara lain sisi manusia (SDM), budaya (culture), dan tata kerja (system). 

"Berlomba-lombalah dalam raih kinerja dan prestasi, jangan sampai berlomba-lomba dalam melaporkan kekurangan internal Kemenag," ajak Irjen.

Ajak Deni, mari kita bisa sama-sama menjaga marwah Kemenag dengan marwah agama. Dan ini wadah saling mengingatkan.

Sekretaris Irjen Drs H Muhammad Tambrin, MPd bahani peserta dengan tema "Sinergi dan Kolaborasi Pencegahan Tindak Korupsi".

"Insya Allah sejak Rabu lusa, akan ada zoom meeting, rutin di bawah judul Jadi ASN Solutif, dalam rangka Early Warning System," ulang MC acara, Kasubbag TU dan Humas Sekretariat Itjen Kemenag RI Nurul Badruttaman.

Sesuai dengan undangan Irjen Kemenag RI, Deni Suardini, selain Kakanwil, ikut juga para Rektor UIN, UHN, IAIN, IAKN, IAHN, para Ketua STAIN, para Kasubbag Umum dan Humas, dan para Kasubbag Humas PTKN.[]


Kategori Kantor Wilayah Aceh Informasi dan Humas
CONNECT & FOLLOW