Abdurrahman Pegawas Madrasah Tangguh Di Daerah Terpencil.

Kankemenag Aceh Timur 12-11-2019 13:43

(aceh.kemenag.go.id/Kankemenag Aceh Timur)

Idi (Irfan Humas) Sebuah anugerah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Timur khususnya bagi madrasah dengan hadirnya sosok Abdurrahman S.Pd M.Pd. Pria energik dan murah senyum ini, wira-wiri dalam 1 (satu) bulan 3 (tiga) kali mendatangi madrasah di bawah pengawasannya.

Sejak dilantik sebagai pengawas madrasah, Abdurrahman, langsung tancap gas. Dedikasinya di dunia pendidikan tidak diragukan lagi. Berkat pengalamannya lebih kurang 14 Tahun mengabdi sebagai Kepala Madrasah, membuat pria ini cukup piawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya.

Tunak dalam bekerja dan tekun dalam belajar serta disiplin dalam melaksanakan tugas merupakan prinsip yang dipegangnya sejak muda. Abdurrahman Sudah menjadi Guru Olah raga itu, bekerja serius dan tegas.

 “Kerja ini adalah anugerah sekaligus amanah, maka laksanakan dengan enjoy dan bertanggungjawab. Kita berikan motivasi kepada para guru-guru madrasah bahwa mengajar adalah ibadah,”jelas Abdurrahman.Selasa (12/11/2019).

Beliau mengatakan, tak jarang guru-guru bosan dan mengeluh menerima kedatangannya. “Saya menyadari terkadang ada guru yang bosan ketika saya supervisi. Tapi percayalah itu untuk kebaikan semua. Selain itu, melakukan supervisi sebagai bentuk tanggungjawab,”jelasnya.

Kehadiran saya di madrasah, lanjutnya, adalah bagian dari untuk membantu para guru dan Kepala Madrasah menyiapkan seluruh perangkat dan administrasi pembelajaran. 

“Kalau suatu saat madrasah tiba-tiba diperiksa oleh pihak yang lebih tinggi kewenangannya, madrasah sudah siap. Anggap saja, kedatangan saya sebagai alarm,”canda pria murah senyum ini.

“Saya ingin, guru-guru lebih kreatif dan inovatif dalam membuat media pembelajaran. Sehingga merangsang semangat siswa untuk lebih giat belajar,”harapnya lagi.

Agenda yang dilaksanakan oleh pengawas, antara lain : pembinaan Kepala dan Guru, pemeriksaan administrasi pembelajaran, pembinaan manajerial dan akademik bagi Kepala, supervisi akademik baik kelas maupun luar kelas.

Saat ini jumlah guru Madrasah yang beliau awasi sebanyak 125 orang yang tersebar di 2 RA dan 17 MI yang tersebar Wilayah Kecamatan  Julok,Simpang Ulim,Pante Bidari dan Kecamatan Indra Makmu.

Tantangan yang dihadapi adalah mahalnya biaya transportasi karena tidak jarang harus mengeluarkan uang pribadi karena harus menjangkau daerah terpencil dan terisolir. Selain itu, pengaruh keadaan musim dan cuaca serta Jalan yang rusak Parah.

“Semangat tak boleh padam karena tanggungjawab sebagai ASN,”ungkap pria yang sudah 20 tahun bertugas sebagai abdi negara.

Permintaan guru-guru di daerah Terpencil adalah bantuan berupa fasilitas perangkat media pembelajaran, bantuan beasiswa bagi guru D3 untuk melanjutkan ke jenjang s-1, serta perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang masih minim.

Kepala Kemenag Aceh Timur meminta kepada Pengawas untuk melakukan inovasi dalam pengawasan.”Kita rancang model pengawasan gaya baru. Kita ingin pengawas menyampaikan selain laporan tertulis, juga menyampaikan melalui ekpose di hadapan Kepala dan Guru Madrasah. Sehingga hasil dari pengawasan bisa diambil langkah tindaklanjut kedepan. Hal ini, tentu akan menjamin mutu pendidikan madrasah di Aceh Timur akan lebih baik,”ungkap Drs H Arijal M.Si

Beliau menegaskan lagi agar pengawasan yang dilaksanakan secara menyeluruh, baik mutu, proses maupun dampaknya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengawasan substansial berbasis kepulauan dengan melibatkan orang tua siswa secara langsung. Karena pengawasan adalah proses hubungan simbolik antara kewajiban antara guru, orang tua,  lembaga dan pemerintah dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pungkas H Arijal.

Kategori Kantor Kemenag Kabupaten/Kota
CONNECT & FOLLOW