Rata Rata Jemaah Haji Aceh Mengambil Nafar Tsani

Inmas Aceh 13-08-2019 14:10

(aceh.kemenag.go.id/Inmas Aceh)
Banda Aceh (Inmas)---Rata rata jemaah haji Aceh sedang mengambil Nafar Tsani, Nafar Tsani atau Nafar Akhir ini, yaitu keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.

Informasi ini disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs H M Daud Pakeh di Banda Aceh, Selasa (13/8) usai menerima laporan dari petugas Kloter yang mendampingi jemaah Aceh. 

"Namun ada juga jemaah yang mengambil nafar awal. Jemaah yang mengambil Nafar Tsani (Nafar Akhir) yaitu jamaah haji meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah. Artinya mereka hari ini terakhir melempar jamarah," ungkap Daud Pakeh.

Sementara Nafar awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina lebih awal, paling lambat sebelum terbenam matahari tanggal 12 Zulhijah.

Ditambahkannya, pasca hujan deras disertai es mengguyur sebagian kota Makkah Senin (12/8). Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan para jemaah yang ingin menuju ke jamarat atau tempat lempar jumrah menghentikan aktifitasnya dan berteduh di tempat aman.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh memastikan Jemaah Haji Aceh dalam kondisi sehat dan aman terkendali. Bahkan para jemaah mencari alternatif lain untuk menuju lokasi jamarat.

“Alhamdulillah jemaah kita (Aceh) dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Bahkan pada saat kondisi cuaca buruk itu, jemaah kita tidak mengurungkan niatnya berangkat ke lokasi jamarat yang berjarak 3 KM dari tenda pemondokan,” kata Daud Pakeh

Pelemparan jamarat untuk hari ketiga dijadwalkan akan berlangsung bakda zuhur dan juga ada pagi. Dikatakan Nasril, secara umum khususnya JCH Aceh dalam keadaan sehat dan aman. Sebagian jemaah yang sudah melakukan pelemparan jamarat, saat ini sedang istirahat di tenda memulihkan kondisi fisik. 

“Secara umum Alhamdulillah JCH Aceh dalam keadaan sehat walafiat. Pantauan petugas di posko ada beberapa orang yang batuk dan flu. Bakda zuhur nanti mereka akan melontar jamarat untuk hari ketiga,” ujarnya. 

Daud Pakeh mengatakan, keluhan jemaah Aceh yang mendominasi saat ini hanya lemas akibat kelelahan fisik pasca kembali dari Jamarat. Yaitu seperti batuk,nyeri tenggorokan, dan pilek. 

“Mereka yang telah kembali dari jemarat sekarang sedang istirahat untuk memulihkan kondisi badan. Istirahat cukup, makan dan minum yang baik. Mohon doanya untuk semua jemaah kita agar sehat dan menjadi haji mabrur,” ungkapnya. 

Selain itu ia mengatakan, saat ini juga Ada beberapa jemaah haji Aceh yang dirawat di RS Arab Saudi, KKHI Mekkah dan juga dirawat di tenda.

Diketahui pada Senin (12/8) siang kemarin cuaca panas di Mina tiba-tiba berubah menjadi angin kenyang disertai hujan deras hingga menjelang sore hari pukul 15.30 waktu setempat. 

Peristiwa itu banyak diabadikan jamaah haji seluruh dunia ini karena iklim ekstrim yang terjadi saat suasana terik panas matahari berubah menjadi hujan dan angin yang membuat tenda tenda ikut bergerak. 

Untuk Informasi, nama-nama JCH Aceh yang wafat di Arab Saudi:

1. Salmiyah binti Muhammad Daud (69 tahun) asal Pidie Jaya, yang tergabung dalam kloter 1. Wafat di RSAS King Faisal, Syisyah Makkah, Sabtu (3/8). Pukul 00.42 was. (serangan jantung)

2. Hazanah binti Muhammad Yusuf (63 tahun) dari kloter 2, asal Aceh Timur. Meninggal Dunia pada minggu (4/8) pukul 02.00 WAS. (Strok + hipertensi)

3. Abdurrahman Chasbullah Surati (62 tahun) dari Kloter 2, asal Banda Aceh. Meninggal Dunia Senin (5/8) pukul 10.15 WAS. (serangan jantung).

4. Tarmizi Bungsu Agam bin Bungsu (76 tahun) Asal kecamatan Meukek Aceh Selatan, tergabung dalam kloter 10. Wafat di RSAS King Faisal, Syisah Mekkah, Kamis (8/8/2019) pukul 09.07 WAS (COPD_Penyakit Paru Menahun).

5.  Bungsu Daud binti Daud Cut Agam (68 tahun) asal Kecamatan Titeu, Pidie, tergabung dalam Kloter 11. Meninggal dunia di Mina, Senin (12/8/2019) pukul 20.05 WAS (SCA, Cardiac Arrest_jantung).[]

Kategori Informasi dan Humas
CONNECT & FOLLOW